Sabtu, 9 Mei 2026

Persebaya Surabaya

DAFTAR Pelatih AFC Pro yang Bisa Jadi Opsi Persebaya Surabaya, 2 Nama Pernah Urus Bajul Ijo

Berikut daftar nama pelatih AFC Pro yang bisa jadi opsi Persebaya Surabaya untuk gantikan Uston Nawawi.

Tayang:
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Musahadah
Persebaya.id
Pelatih Uston Nawawi saat memberikan instruksi dalam laga Persebaya Surabaya beberapa waktu lalu. 

SURYA.CO.ID - Berikut daftar nama pelatih AFC Pro yang bisa jadi opsi Persebaya Surabaya untuk gantikan Uston Nawawi.

Persebaya Surabaya hingga kini belum mengumumkan siapa pelatih baru yang akan menggantikan tugas Uston Nawawi.

Seperti diketahui, Uston Nawawi ditunjuk oleh klub setelah Aji Santoso mengakhiri kontrak dengan Persebaya Surabaya.

Baca juga: Kisah George Brown Bek Persebaya, Direkrut Aji Santoso Lewat Trial, Kini Dipanggil Timnas Indonesia

Namun, setelah keberhasilan Ustown Nawawi membawa Persebaya Surabaya kembali ke tren positif, dia belum mendapat izin dari PT LIB lantaran belum memiliki lisensi AFC Pro.

Sementara itu, Indonesia baru memiliki 20 pelatih yang sudah memegang sertifikat Pro AFC. Dari 20 pelatih Indonesia itu, mayoritas sudah memegang atau bergabung di berbagai klub atau akademi sepak bola Indonesia.

Dari 20 pelatih Inonesia berlisensi Pro AFC, empat pelatih yang ditelusuri Surya.co.id belum gabung klub atau berstatus bebas.

Keempat pelatih Indoensia dengan lisensi Pro AFC itu, yakni Liestiadi, Hanafing, Iwan Setiawan, dan Seto Nurdianto.

1. Liestiadi

Liestiadi terakhir menjadi pelatih di klub profesional dengan menangani Sriwijaya FC 2022-2003. Kariernya bersama Sriwijaya FC tidak berlanjut di kompetisi Liga 2 musim 2023-2024 karena diganti pelatih lainnya.

Sebelum jadi pelatih Sriwijaya FC, jejak kepleatih Liestiadi di sepak bola Indoensia ini cukup malang melintang. banyak klub-klub Liga 1 yang pernah ditangani pelatih kelahiran Medan, Sumatera Utara ini.

Leistiadi tercatat pernah jadi pelatih di Persikabo 1993 (2021-2022), PSIM Yogyakarta (2019), Persipura Jayapura (1917), PSM makassar (2015-2016), Gresik United (2015-2016), Persiba Balikpapan (2014), PSMS Medan (2009).

2. Hanafing

Hanafing merupakan pelatih yang dilahirkan di Sulawesi Selatan (Sulsel), tapi saat jadi pemain mengawali karier dengan bergabung dengan Niac Mitra di kompetisi Galatama. Beberapa klub Indonesia pernah dibelanya dan akhirnya ia menjadi pemain Timnas Indonesia.

Setelah gantung ssepatu sebagai pemain, Hanafing meneruskan langkahnya sebagai pelatih sepak bola. Beberapa klub pernah ditukangi, seperti PSM Makassar, PSIS Semarang, PSIM Yogyakarta, Persiku Kudus dan juga pernah dipercaya sebagai pelatih tim sepak bola PON Jatim.

Selain itu, Hanafing pernah menduduki kursi Direktur Akademi Persebaya mulai 2018-2020.

Kini aktivitas Hanafing lebih banyak sebagai instruktif para pelatih sepak bola yang diadakan di bawah naungan PSSI. Ia juga merupakan intruktur pelatih nasional.

3. Iwan Setiawan

Sosok Iwan Setiawan tidak asing di sepak bola Indonesia. Ia merupakan pelatih kelahiran Medan, Sumatera Utara yang memegang lisensi Pro AFC.

Dilansir dari Wikipedia.org, Iwan Setiawan punya jejek panjang sebagai pelatih di beberapa klub di Indoensia. Ia pernah menjah menjadipelatih di klub-klub besar Indonesia, seperti PSMS Medan (2008), Persibom Bolaang Mongondow (2009), Persija Jakarta (2011-2012), Borneo FC (2014-2015), Perebaya Surabaya (2017-2028), dan Persela Lamongan (2021-2022).

4. Seto Nurdianto

Seto Nurdiaanto terakhir kali menjadi pelatih PSS Sleman untuk Liga 1 musim 2022-2023. Ia menjadi pelatih PSS Sleman tidak sampai selesai karena gagal memberi prestasi.

Selepas dari PSS Sleman, sejatinya ada beberapa klub yang tertarik meminang jasa mantan pemain Timnas Indonesia ini.

Salah satu klub yang tertarik dan sudah membangun komunikasi dengan Seto Nurdianto, yakni Persikabo 1973. Sayang komunikasi dari kedua belah pihak akhirnya tidak berlanjut hingga Seto kembali ke lapangan hijau.

Seto Nurdianto yang saat jadi pemain tergabung di beberapa klub Indonesia, memutuskan tidak gabung ke Persikabo 1973.

Dari empat pelatih berlisensi Pro AFC, baru Iwan Setiawan dan Hanafing yang pernah bekerja di Persebaya. 

Iwan Setiawan menjadi pelatih Persebaya pada 2017-2018, sedangkan Hanafing dipercaya sebagai Direktur Akademi Persebaya pada periode 2018-2020.

Akankan Persebaya akan merekrut pelatih lokal berlisensi Pro AFC untuk melanjutkan tugas Uston Nawawi sebagai nahkoda Bajul Ijo, kita tunggu bersama update selanjutnya.

Baca juga: Eks Penjaga Gawang Persebaya Surabaya Resmi Gabung Persiraja di Liga 2, Rekan Setim Andik Vermansyah

Tambahan Waktu Persebaya Surabaya Sebelum Kena Denda Rp 100 Juta

Seperti diketahui, masa bakti Uston Nawawi sebagai caretaker Persebaya Surabaya hanya berlaku selama 30 hari sejak pemecatan pelatih kepala sebelumnya. 

Yang artinya Uston Nawawi seharusnya sudah meletakkan jabatannya pada Rabu (6/9) kemarin. 

Hal itu sesuai dengan regulasi resmi Liga 1 pasal 34 ayat 11 menyebutkan bahwa pelatih caretaker hanya boleh menjabat selama 30 hari. 

Terhadap pergantian pelatih kepala yang terjadi maka Klub bersangkutan diwajibkan untuk menyampaikan pemberitahuan selambat-lambatnya 3 hari setelah dilakukan pengakhiran kontrak dengan pelatih kepala tersebut. Klub juga diwajibkan untuk melakukan pendaftaran pelatih kepala yang baru selambat-lambatnya 30 hari. Setelah menyampaikan surat pemberitahuan. Seluruh ketentuan terkait kualifikasi pelatih kepala wajib dipenuhi sesuai dengan Pasal (34) regulasi ini. 

Apabila melanggar, Persebaya akan dikenai denda senilai Rp 100 Juta. 

Baca juga: Update Pelatih Baru Persebaya: Uston Nawawi Tak Dapat Dispensasi, Juru Taktik ‘Boneka’ Jadi Opsi?

Denda itu bisa berlaku kelipatan sesuai dengan Pasal 34 Ayat 12. 

Pelanggaran terhadap ayat (11) pasal ini akan dikenakan denda sebesar Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah). Jika melebihi 30 hari kedua, klub tidak mendaftarkan Pelatih Kepala maka berlaku tambahan denda sebesar Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dan terus berlaku kelipatan.

Namun ternyata, Persebaa mendapatkan tambahan waktu untuk mengumumkan pelatih baru. 

Hal itu lantaran Liga 1 tengah dalam masa libur jeda internasional sehingga denda akan dihitung saat pertandingan berikutnya. 

Itu seperti yang disampaikan oleh manajer Persebaya, Yahya Alkatiri. 

"Kami baru kena denda kalau di laga selanjutnya (melawan Madura United) tetap memakai pelatih karteker" ungkap Yahya seperti dilansir SURYA.co.id dari instagram Persebayafans27.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved