Gresik United

Launching Tim, Presiden Gresik United Gus Yani Lunasi Utang Manajemen Lama Gaji Pemain Tahun 2017

Presiden klub Gresik United Fandi Akhmad Yani membayar utang gaji pemain Persegres Gresik (sekarang Gresik United) tahun 2017

Penulis: Willy Abraham | Editor: irwan sy
willy abraham/surya.co.id
Loudry (kiri) menerima pelunasan utang gaji pemain secara tunai dari Presiden Klub Gresik United Gus Yani di Stadion Gelora Joko Samudro, Rabu (6/9/2023). 

SURYA.co.id | GRESIK - Presiden klub Gresik United Fandi Akhmad Yani membayar utang gaji pemain Persegres Gresik (sekarang Gresik United) tahun 2017 lalu saat launching tim Gresik United di Stadion Gelora Joko Samudro, Rabu (6/9/2023) malam.

Sejak tahun 2017 para pemain tersebut menagih haknya kepada manajemen.

Saat itu manajemen Persegres dipegang PT Persegres Joko Samudro.

Para pemain di Liga 1 saat itu nasibnya tidak jelas.

Saat itu, manajemen lama dengan bendera PT Persegres Joko Samudro meninggalkan utang gaji pemain yang belum beres.

Bahkan, persoalan ini sampai ke ‘meja hijau’, atau Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Pengadilan Negeri Gresik.

Selain berproses ke PTUN, pemain yang gajinya belum dilunasi mengadu ke Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) yang saat itu, mantan pemain timnas Ponaryo Astaman dimintai sebagai saksi di Pengadilan Negeri Gresik.

Sejumlah perwakilan suporter Ultras Gresik juga turut hadir mengawal permasalahan ini.

Malahan mereka juga mendatangi salah satu manajemen PT Persegres Joko Samudro meminta supaya persoalan gaji pemain segera tersebut.

Persegres seperti 'terjun payung' dari Liga 1 degradasi ke Liga 2 kemudian ke Liga 3 nasional.

Lalu jatuh ke kasta terendah Liga 3 regional.

Seiring berjalannya waktu, serta semakin terpuruknya Persegres saat itu, suporter melakukan aksi unjuk rasa ke gedung DPRD Gresik meminta supaya manajemen lama, PT Persegres Joko Samudro, melepas pengelolaan klub.

Melalui pertemuan yang alot akhirnya pengurus lama melepas pengelolaan klub ke pengurus yang baru, dengan nama PT Gresik Usaha Sejahtera (GUS) yang mengelola klub Gresik United.

Perjalanan klub asal Gresik itu, dimulai dari Liga 3 Askab Provinsi Jawa Timur.

Kemudian berlanjut ke Liga 3 Nasional lalu promosi ke Liga 2 hingga saat ini.

Presiden klub Gresik United Fandi Akhmad Yani komitmen memberesi utang manajemen lama, dengan pembayaran termin, hingga malam ini seluruh utang manajemen lama dilunasi.

Pembayaran termin terakhir, uang sebesar Rp 160.583.540 secara tunai diterima langsung oleh mantan pemain Persegres 2017, Loudry Meilana Setiawan di atas panggung.

CEO Gresik United, Gus Alan, mengatakan pihaknya komitmen membayar tunggakan utang manajemen lama, bahkan dari musim lalu saat merangkak dari Liga 3.

"Kami komitmen membayar hutang manajemen lama dari musim kemarin," imbuh Gus Alan.

Pihaknya sengaja membayar pelunasan utang saat launching tim.

Tujuannya, agar semua pihak tahu, Gresik United sudah tidak memiliki utang lagi, dan bisa fokus meraih prestasi, yakni mewujudkan target juara Liga 2 dan promosi ke Liga 1.

"Kami mau membayar saat launching agar semua media tahu, tapi APPI sudah merilis mau bagaiman lagi, tidak masalah manajemen tenang, tidak ada problem karena pemain musim 2017 sudah komitmen saling percaya dengan manajemen baru dan alhamdulilah hari ini sudah beres," ungkapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved