Persebaya Surabaya
Dukung Semampunya, Persebaya Selamanya dari Bonek Jombang Timur
Salah satu komunitas pendukung Persebaya yang paling eksis di Jombang adalah Bonek Jombang Timur, mereka muncul ketika Persebaya mengalami dualisme
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Selain dipenuhi santri, orang-orang yang tinggal di Kabupaten Jombang, ternyata banyak juga yang nge-Bonek.
Buktinya, tahun 2020 lalu ketika diadakan Jambore Bonek di Lapangan Mojoagung, sebanyak 4 ribu lebih Bonek asal Jombang kumpul di acara tersebut.
Bonek Jombang Timur adalah salah satu komunitas yang paling eksis. Kiprah mereka muncul ketika Persebaya mengalami dualisme. Banyak di antara mereka dulu pergi ke Bandung hingga Jakarta untuk berjuang mengembalikan Persebaya 1927.
Menariknya, tak ada ketua di dalam komunitas ini. Semua sama. Tapi untuk urusan memperbaiki cerita-cerita kelam di masa lalu mereka bisa satu suara untuk bergerak bersama.
Choirul Anam ialah orang yang kerap dipasrahi untuk mengkoordinir Bonek Jombang Timur.
Cara mereka menjadikan image Bonek tidak muluk-muluk. Setiap ada laga di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, semua suporter yang ingin menonton terlebih dahulu dikumpulkan di Lapangan Mojoagung, Jombang. Di situ semua Bonek dikoordinir.
Bagi yang akan ke Surabaya menggunakan sepeda motor, ada aturan larangan yang musti ditaati. Beberapa di antaranya, tidak boleh ada yang naik sepeda motor dengan berbonceng tiga juga wajib mengenakan helm.
"Jarak Jombang ke Surabaya kan cukup lumayan. Saya khawatir kalau estafet pasti banyak yang kelelahan. Makannya, saya selalu imbau kalau uang saku ngepres dan tidak ada kendaraan datang ke titik kumpul, yang penting bawa uang untuk beli tiket dan helm. Kami carikan pasangan untuk berangkat," kata Choirul.
Namun, Choirul tetap menekankan dalam mendukung Persebaya jika situasinya tidak memungkinkan jangan dipaksakan.
Menurut Choirul, menonton Persebaya tidak harus datang ke stadion, melainkan menonton lewat TV sambil berdoa supaya Persebaya menang juga tak masalah. Karena sejatinya dukung semampunya, Persebaya itu selamanya.
"Kami tahu kalau tidak semua bisa nonton Persebaya secara langsung. Ada yang terhalang kerjaan atau keuangan. Setiap laga Persebaya, kami selalu mengadakan nonton bareng. Dukung Persebaya lewat doa," ucap Choirul.
Bonek Jombang Timur setiap bulan selalu ada jadwal kumpul. Entah itu sebulan 2 atau 3 kali. Yang dibahas macam-macam. Mulai dari mengadakan acara sosial di Kota Jombang, hingga membahas cerita-cerita lalu Persebaya. Bahkan, Bonek Jombang Timur kerap kali mengadakan acara pengajian.
Ikhitiar Choirul dan teman-temannya telah mendapat respons positif dari masyarakat Jombang. Maka ketika ada perhelatan besar masyarakat, Bonek kerap kali diajak untuk berpartisipasi.
"Kami senantiasa menjaga hubungan baik di dalam bermasyarakat. Kami ingin Bonek menjadi tidak hanya kelompok suporter sepak bola saja, tapi juga bisa mendukung kegiatan masyarakat," pungkas Choirul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Bonek-Jombang-Timur.jpg)