Berita Viral

Tergiur Giveaway yang Seret Nama Artis, Emak-emak di Palembang Malah Rugi Rp 4,7 Juta, Ini Nasibnya

Niat hati ingin mendapat giveaway yang menyeret nama artis, emak-emak di Palembang tersebut berujung kehilangan uang.

Shutterstock
Foto Ilustrasi. Niat ingin mendapat giveaway, emak-emak di Palembang malah kehilangan uang. 

SURYA.CO.ID - Malang nian nasib emak-emak di Palembang, Sumatera Selatan ini.

Niat hati ingin mendapat giveaway yang menyeret nama artis, emak-emak di Palembang tersebut berujung kehilangan uang.

Bukannya mendapat hadiah, emak-emak di Palembang itu malah rugi jutaan rupiah.

Usai sadar menjadi korban penipuan, korban pun langsung berharap pelaku segera ditangkap.

Sementara itu, polisi langsung melakukan penyelidikan. Lantas, bagaimana kisah selengkapnya?

Modus penipuan kini semakin beragam, mulai dari mengirimkan undangan online, membuka lowongan pekerjaan, hingga pura-pura membeli di toko online.

Salah satu modus yang juga marak ditemui yakni giveaway atau pemberian hadiah.

Kini, semakin marak giveaway palsu yang menyeret nama artis. Sasaran korban pun beragam, mulai dari remaja hingga orang dewasa.

Salah satunya menimpa emak-emak di Palembang bernama Sri Nuraida (31).

Ia merupakan seorang ibu rumah tangga (IRT).

Sri adalah warga Jalan Kartowinangun, Lorong Marzuki, Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Palembang,

Dirinya baru saja menjadi korban penipuan giveaway yang menyeret nama artis Baim Wong.

Bukan menerima hadiah, Sri Nuraida malah kehilangan Rp 4,7 juta.

Setelah sadar menjadi korban penipuan, ia langsung melapor ke Polrestabes Palembang.

Ia berharap agar pelaku bisa segera diatangkap.

Dilansir Surya.co.id dari Kompas.com, Sri mengatakan, kejadian bermula ketika Sri melihat tautan dari akun Facebook milik temannya bertuliskan “give away Baim Wong”.

Karena tergiur, ia pun mengklik tautan tersebut dan mengisi data diri.

Dalam tautan itu ia dijanjikan akan mendapatkan giveaway sebesar Rp 30 juta.

“Saat saya klik disuruh mengisi formulir. Lalu ada pertanyaan siapa nama anak pertama Baim Wong.

ilustrasi uang. Seorang emak-emak menjadi korban giveaway palsu
ilustrasi uang. Seorang emak-emak menjadi korban giveaway palsu (Freepik via Tribunnews)

Kemudian saya sebutkan. Setelah itu tertulis dapat giveaway Rp 30 juta,” kata Sri saat membuat laporan, Sabtu (2/9/2023).

Setelah mengisi daftar pertanyaan dan data diri, Sri dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai manajemen dari Baim Wong.

Ia pun diminta menyetorkan uang administrasi Rp 750.000.

Kemudian, pelaku kembali menghubunginya untuk meminta biaya pajak Rp 2,5 juta.

Kemudian korban juga kirim lagi sejumlah uang ke pelaku.

“Totalnya yang saya transfer sudah Rp 4,75 juta.

Setelah dia minta transfer lagi Rp 3,5 juta saya baru sadar ditipu,” ujarnya.

Setelah tidak lagi mengirimkan uang, pelaku pun mengancam akan memberikan hadiah tersebut kepada orang lain.

“Tapi setelah saya minta uang saya dikembalikan pelaku tidak mau,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Haris Dinza membenarkan adanya laporan tersebut.

Saat ini mereka masih melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan pelaku.

“Korban masih kami mintai keterangan untuk mencari identitas pelaku. Sekarang masih dilakukan penyelidikan,” ujarnya.

Baca juga: Minta Keadilan, Sosok Emak-emak di Medan Lempar Sandal dan Air Mineral ke Arah Presiden Joko Widodo

Emak-emak Jadi Korban Penipuan Arisan Bodong

Sebelumnya, dilansir Surya.co.id dari Tribunnews.com, puluhan emak mendatangi Polres Garut melaporkan bos arisan yang berinisial RS (31) warga Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Mereka mengaku menjadi korban penipuan yang dilakukan RS sehingga mengakibatkan kerugian mencapai Rp 2,5 miliar rupiah.

Sumi (27), salah satu korban arisan bodong mengatakan, laporan dilakukan karena  korban sudah geram dengan terduga pelaku yang kerap ingkar janji.

RS diketahui tidak membayarkan uang arisan yang telah dibayarkan oleh para korban.

"Dari puluhan korban saat ini tercatat kerugian Rp 2,5 miliar, pencatatan kerugian masih berlangsung, mungkin akan lebih dari Rp 4 miliar karena korban ini ratusan orang," ujarnya kepada Tribunjabar.id, Rabu (30/11/2022).

Para korban sempat mengajak terduga pelaku untuk bermusyawarah di salah satu kafe di Kecamatan Cibatu.

RS saat itu hadir dan berjanji akan mengembalikan uang para nasabahnya.

"Tapi sampai kami laporan, dia tidak membayarkan uang yang dijanjikan, saat dihitung ternyata miliaran, saya ragu akhirnya melapor ke polisi," ungkapnya.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono membenarkan pihaknya telah menerima laporan para korban arisan bodong tersebut.

Saat ini terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres Garut untuk dimintai keterangan.

"Kami masih melakukan pendalaman, terduga sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan," ujarnya saat dihubungi Tribunjabar.id.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved