Berita Viral

KESEDIHAN Miki, Remaja yang Kabur dari Panti karena Tak Kuat Dimarahi, Kerja Serabutan Buat Makan

Rasa sedih tak mampu lagi dibendung Miki Nurwahid hingga memilih kabur dari panti asuhan lantaran tak betah dimarahi.

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Adrianus Adhi
Kolase Surya.co.id
KESEDIHAN Miki, Remaja yang Kabur dari Panti karena Tak Kuat Dimarahi, Kerja Serabutan Buat Makan 

SURYA.CO.ID - Rasa sedih tak mampu lagi dibendung Miki Nurwahid hingga memilih kabur dari panti asuhan lantaran tak betah dimarahi.

Miki Nurwahid merupakan remaja berusia 15 tahun yang memilih kabur dari panti asuhan di Kawasan Ilir Barat, lantaran tak tahan dimarahi terus.

Remaja tersebut bahkan sampai tidur di emperan warung dan rela kerja serabutan untuk makan, asal tidak kembali ke panti asuhan itu.

Nasib baik menimpa Miki Nurwahid. Susahnya hidup di jalan tak perlu dia rasakan terlalu lama setelah keluarganya berhasil menemukan remaja tersebut.

Baca juga: SOSOK Remaja Viral Angkut Sampah demi Hidupi Adik dan Ibunya, Bahagia Bisa Ajak Makan Ayam Goreng

Melansir Sriwijaya Post, remaja 15 tahun itu ditemukan saat tengah tertidur di warung tersebut.

Setelah ditemukan oleh pihak keluarga Miki sudah pulang ke rumahnya di Kecamatan Lengkiti, Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU).

Kakak kandung Miki, Ade Putra (25) mengatakan, sang adik ditemukan sedang tidur di sebuah warung pecel lele dekat gerbang Tol Keramasan, pada Kamis (17/8/2023) malam sekira pukul 23:00 WIB.

"Alhamdulillah sudah ketemu Kamis malam. Posisi dia (Miki) sedang tidur di warung semacam warung pecel lele di sekitar gerbang Tol Keramasan, Indralaya. Dalam keadaan sehat," ujar Ade, Sabtu (19/8/2023).

Ade menceritakan jika yang memberitahu ia dan keluarga bahwa Miki berada di sekitar kawasan Indralaya adalah seorang sopir truk Tanjung Lengkaya, yang kebetulan kenal dengan pamannya.

"Jadi malam itu kami sedang dalam perjalanan dari Palembang mau pulang ke Baturaja. Pas lagi di Prabumulih, ada yang memberi kabar kalau Miki ada di warung pecel lele dekat gerbang Tol Keramasan.  Itu yang memberi tahu kami, Randi sopir truk yang kenal dengan paman," jelasnya.

Ketika ketemu, Miki menceritakan alasan ia kabur dari Panti Asuhan yang sudah menjadi tempat tinggalnya selama dua tahun ini.

KESEDIHAN Miki, Remaja yang Kabur dari Panti karena Tak Kuat Dimarahi, Kerja Serabutan Buat Makan
KESEDIHAN Miki, Remaja yang Kabur dari Panti karena Tak Kuat Dimarahi, Kerja Serabutan Buat Makan (Kolase Surya.co.id)

Kepada Ade, ia mengaku jika sudah tidak nyaman tinggal di panti asuhan tersebut.

"Dia ngaku belakangan ini sering dimarahi jadi tidak betah tinggal di sana. Akhirnya nekat kabur dari panti asuhan itu," katanya.

Selama kabur empat hari, untuk memenuhi kebutuhan makan, Miki bekerja di Pasar 16 Ilir agar bisa tetap makan.

"Katanya dia kerja. Tidak tau kerja apa yang penting dikasih makan, di Pasar 16 Ilir," sambungnya.

Miki tidur di warung pecel lele atas izin pemilik warung, bahkan pemilik warung hendak membelikan tiket pulang Miki ke Baturaja.

"Dia izin tidur di sana dan dibolehkan oleh pemilik warung pecel lele. Rencananya mau dibelikan tiket travel pulang ke Baturaja, tapi Alhamdulillah malamnya sudah ketemu sama kami," ungkapnya.

Setelah pulang kembali di lingkungan keluarganya di Kecamatan Lengkiti, Baturaja, Miki akan disekolahkan lagi di kampung halamannya.

"Keluarga segera mengurus kepindahan dia dari sekolah di Palembang dan Panti asuhan," tandasnya.

Pengantin Pria Kabur saat Resepsi

Terungkap kisah lengkap pengantin wanita duduk sendirian saat resepsi pernikahan yang jadi Berita Viral baru-baru ini.

Ternyata, si mempelai pria diduga kabur setelah ijab kabul.

Peristiwa ini terjadi di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan jadi sorotan publik.

Pihak keluarga mempelai wanita dan Ketua RW setempat pun membeberkan faktanya.

Melansir dari Kompas.com, berikut rangkuman faktanya.

1. Kabur Usai Ijab Kabul

Mempelai pria itu ialah KA, warga dari Kecamatan Mpuda, Kota Bima.

Terpaksa, sang istri yang berinisial K (16) pun harus duduk seorang diri di kursi pelaminan.

"Setelah ijab kabul di KUA Mpunda, dia (pengantin lelaki) langsung keluar ruangan lalu kabur dijemput keluarganya pakai sepeda motor," kata Adhar Amirudin, ayah pengantin perempuan saat dikonfirmasi, Jumat (11/8/2023).

2. Menolak Resepsi

Sang ayah mengaku, rencana pernikahan anaknya dengan KA sudah disepakati.

Mereka sepakat menggelar resepsi setelah akad nikah.

Namun, beberapa hari sebelum pernikahan, keluarga mempelai pria disebut secara mendadak menolak digelarnya resepsi.

Padahal, katanya, surat undangan sudah telanjur disebar.

"Undangan sudah kami sebar, enggak mungkin kami batalkan resepsi," ujarnya.

Atas sikap pengantin pria dan keluarganya itu, lanjut dia, pihaknya tak bisa berbuat banyak.

Dia tetap meminta sang anak duduk di atas pelaminan untuk menyambut tamu undangan yang datang.

3. Masalah antarkeluarga

Sementara itu, Ketua RW 01, Muhammad membenarkan pengantin wanita yang merupakan warganya itu ditinggal kabur oleh pengantin pria usai ijab kabul.

Menurut dia, berdasarkan data kependudukan, K menikah saat usianya masih di bawah umur.

"Iya, pengantin wanita itu masih anak di bawah umur," ungkapnya.

Sebelum ijab kabul dan resepsi pernikahan, lanjut dia, kedua keluarga yang berhajat diduga memang memiliki masalah.

Pihak pengantin pria tidak menginginkan adanya pernikahan itu.

Namun keluarga mempelai wanita meminta sang mempelai pria bertanggung jawab.

"Pihak keluarga perempuan juga menginginkan pihak laki-laki mengikuti proses resepsi. Namun, kenyataannya dia kabur setelah ijab kabul," kata Muhammad.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved