Persebaya Surabaya
Cara Mat Halil Bentuk Tim Persebaya Junior untuk Elite Pro Academy 2023
Mat Halil, pelatih EPA Persebaya U-16 baru saja memulangkan 4 pemain. Pemain itu posisi belakang dan gelandang
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Fatkhul Alami
SURYA.co.id | SURABAYA - Kompetisi Elite Pro Academy (EPA) 2023 bakal berlangsung mulai minggu ketiga September 2023. Manajemen Persebaya Amatir yang bertanggung jawab membentuk tim terus bekerja menyiapkan pemain terbaik.
Persaingan antar pemain untuk merebut masuk tim utama masih berlangsung. Skil pemain dipantau setiap melakoni latihan.
Pantauan ini bukan hanya sekedar evaluasi biasa. Pemain-pemain yang dianggap kurang piawai kemungkinan terkena seleksi. Itu dilakukan demi membuat skuad Persebaya Junior yang benar-benar tangguh.
Mat Halil, pelatih EPA Persebaya U-16 baru saja memulangkan 4 pemain. Pemain itu posisi belakang dan gelandang. Ia akan terus melakukan itu hingga ada keputusan resmi kapan liga EPA terlaksana.
"Pergeseran masih ada. Selama masih ada pemain bagus dan pendaftaran dibuka, ya tahapnya masih promosi degradasi. Tapi tidak terlalu banyak, kalau sebelumnya 5 sekarang 1 atau 2 biar tidak ganggu program latihan," kata Mat Halil.
Selain mengeleminasi pemain, Mat Halil juga baru-baru ini mengakomodir 4 pemain eksternal dari daerah. Mereka berasal dari Trenggalek, Gresik, dan Kediri. Hal tersebut dilakukan karena menurutnya masih ada beberapa catatan, kalau lini belakang perlu diperkuat. Sementara pemain-pemain internal dianggap belum ada yang bisa mengisi pekerjaan tersebut.
"Kalau saya disuruh kasih nilai 1-10 untuk tim U-16, baru bisa kasih nilai 7. Saya akui tim ini harus dibangun lagi untuk urusan chemistry," kata Mat Halil.
Sedangkan untuk U-18, Achmad Rosyidin sebagai pelatih mengatakan, kalau masih mencari pemain untuk menempati posisi depan. Rencananya dalam waktu dekat dirinya akan melakukan pemain dari Kediri. Jika skill pemain itu bagus, kemungkinan akan dipinang.
"Tugas saya mencari pemain terbaik. Persetujuan nanti di Uston Nawawi. Karena Uston memiliki tanggung jawab di akademinya," ucap Achmad.
Achmad membeberkan tim EPA U-18 sudah dua kali mengiktu laga uji coba. Pertama Porprov Surabaya, lalu tim internal Persebaya. Menurutnya, lini depan memang masih membutuhkan banyak perbaikan.
Sementara itu di U-20 kondisi juga sama. Tim ini dipegang Sony Setiawan. Dirinya mengatakan semua masih memungkinkan untuk dilakukan tambal sulam. Bedanya, di tim U-20 Sony memprioritaskan pemain-pemain dari klub naungan Persebaya.
"Saya percaya tim internal itu masih menjadi pabrik pemain yang bagus. Makanya, saya berusaha jeli untuk mencari bibit-bibit," ucap Sony.
Sony mengatakan sementara ini sudah menyetor 25 nama pemain. Akan tetapi, data tersebut masih bisa dilakukan revisi. Karena dirinya masih menerapkan promosi degradasi.
"Pemain yang tidak lolos di EPA saya kembalikan kepada klubnya. Lalu diarahkan untuk mengikuti Liga Soeratin," tandas Sony.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Mat-Halil-pelatih-Persebaya-U-16-yang-diproyeksikan-Elite-Pro-Academy.jpg)