Berita Gresik
Ajarkan Cara Mengelola Sampah di HUT RI, ASOBSI Gresik Berupaya Wujudkan Gresik Zero Waste City
Bagi ASOBSI, edukasi itu dilakukan sebagai bentuk perjuangan menjaga bangsa Indonesia agar bersih dari sampah.
Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, GRESIK – Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI) Kabupaten Gresik memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia (RI) dengan mengadakan pendidikan pengelolaan sampah. Kegiatan itu diajarkan kepada masyarakat di acara Car Free Day (CFD), Jalan Jaksa Agung Suprapto, - Gresik, Minggu (6/8/2023).
Bagi ASOBSI, edukasi itu dilakukan sebagai bentuk perjuangan menjaga bangsa Indonesia agar bersih dari sampah.
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) ASOBSI Gresik Saiful Arif mengatakan, tujuan dari kegiatan ini yaitu memperingati Kemerdekaan ke-78. Selain itu, juga kegiatan kepedulian terhadap lingkungan agar masyarakat sadar tidak membuang sampah sembarangan sesuai tema acara yaitu ‘Indonesia Merdeka Sampah’.
Sehingga, diharapkan agar masyarakat ikut sadar menjaga kebersihan lingkungan setiap hari. Sebab, Indonesia sudah memasuki usia ke-78, yang artinya sudah sangat tua untuk menjaga lingkungan agar tetap indah dan lestari.
Dalam CFD, juga diajarkan kepada masyarakat dalam mengelola sampah yang baik. Mulai dari pemilahan sampah plastik dan organik, serta memanfaatkan barang bekas.
"Ada juga edukasi produk unggulan magot dari ASOBSI by bebek Jefry Farm serta manfaat dan bonus pengolahan sampah dari daur ulang Bank Sampah Gresik dari produk yang tidak harus beli. Kita ajak masyarakat jaga Bumi Indonesia agar tetap indah dan asri seperti surge dunia,” kata Saiful Arif.
Saiful Arif menambahkan, ke depan untuk mengisi Kemerdekaan RI, ASOBSI akan terus berjuang mengajak masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat untuk sadar dalam mengolah sampah.
“Kami akan saling bergandengan tangan dan gotong royong bersama masyarakat LSM, pemerintah dan industri serta stakeholder terkait untuk melakukan kegiatan yang bertujuan menjaga kebersihan lingkungan demi kenyamanan tempat tinggal kita bersama,” paparnya.
Dalam CFD, seluruh panitia pelaksana dan Tim DPD ASOBSI Gresik juga melaksanakan tukar sampah dengan mendapatkan sembako, sayur, lauk, kompos, eco enzyme.
“Kami juga mengedukasi pengelolaan sampah baik di perkumpulan PKK maupun sekolah-sekolah. Agar generasi muda lebih peduli akan pengelolaan sampah dari sumbernya. Kita mendukung Pemkab Gresik dalam menjalankan Gresik zero waste city,” jelas Saiful Arif.
Sementara Koordinator LSM Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO), Nur Khosi’ah mengatakan, pengelolaan sampah harus terus didukung untuk mewujudkan Gresik zero waste city. “Kesadaran masyarakat dalam mengolah sampah harus terus dikawal, agar Gresik betul-betul terwujud bebas sampah,” kata Nur Khosi’ah.
Sementara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Sri Subaidah melalui Kasi Pengelolaan Persampahan Bidang Pengelolaan Kebersihan DLH Gresik, Umaya mengatakan, kegiatan masyarakat dalam mengelola sampah terus didukung. Hal itu dilakukan melalui kegiatan CFD bersama masyarakat peduli sampah.
Mulai ASOBSI, Relawan Eco Enzyme Indonesia Kabupaten Gresik, Yayasan Budaya Hijau Indonesia, PT Smelting dan LSM Pattiro. “Semua masyarakat pemerhati lingkungan kita libatkan bersama LSM dan industry, sehingga cita-cita Gresik Zero waste city bisa segera terwujud,” kata Umaya.
Sementara Section Manager of General Affair PT Smelting, Indra Setya Wibowo Junor mengatakan, PT Smelting sangat mendukung kegiatan masyarakat dalam menjaga lingkungan, sehingga ikut kegiatan di CFD.
“Kita ikut senang dan bangga ada lembaga yang memperhatikan kebersihan lingkungan, sehingga di HUT RI ke-78 ini kita terus berbuat baik untuk lingkungan Indonesia,” kata Indra saat berkunjung di CFD. *****
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Bank-Sampah-Indonesia-aktif-di-Gresik.jpg)