Sabtu, 25 April 2026

Persebaya Surabaya

Persebaya Pinang Pemain Luar Surabaya Sambut Kompetisi Elite Pro Academy 2023

Seleksi tim Persebaya junior yang diproyeksikan ke kompetisi Elite Pro Academy (EPA) 2023 berjalan sesuai rencana

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/Tony Hermawan
Sejumlah pemain Persebaya junior yang diproyeksikan tampil di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) 2023 jalani latihan di lapangan Brigif 2 Gedangan, Sidoarjo, Selasa (1/8/2023). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Seleksi tim Persebaya junior yang diproyeksikan ke kompetisi Elite Pro Academy (EPA) 2023 berjalan sesuai rencana. Penjaringan pemain difokuskan seleksi pemain internal Persebaya.

Tujuannya agar talenta-talenta muda dari klub binaan Persebaya bisa memiliki kesempatan unjuk gigi bertanding membela Bajul Ijo Cilik di kompetisi level junior lawan klub-klub Liga 1.

Persebaya diketahui menaungi sebanyak 20 klub. Semua klub itu dipastikan mendelegasikan para pemain ikut seleksi EPA pada setiap kelompok. Baik U-16, U-18, maupun U-20.

Kendati mengutamakan pemain klub binaan, seleksi berlangsung sangat tegas. Belum lama ini ada 12 pemain yang direncanakan bergabung skuad Persebaya U-16 terkena degradasi.

Alasan belasan pemain itu terkena eleminasi tentu saja karena dianggap kurang lihai mengolah si kulit bundar.

Kabar tersebut dibenarkan Achmad Rosyidin. Ia yang bakal dipercaya sebagai pelatih Persebaya U-20 itu diberi wewenang menjaring pemain dari klub luar Surabaya. Di klub U-16, ada tiga posisi yang masih dalam tahap seleksi.

Pertama posisi striker, lalu gelandang dan sayap. Selasa (1/8), Achamd Rosyidin menggelar seleksi pemain di lapangan Angkasa Pura, Sidoarjo.

"Tiga anak itu dari eksternal. Striker dari Gresik. gelandang dan sayap asal Probolinggo. Saya lihat mereka bisa menambali," kata Achmad Rosyidin.

Achmad Rosyidin mengatakan, sebelumnya ia meminang pemain di posisi belakang, khususnya bek dari klub eksternal. Pemain tersebut berasal dari Asifa Malang milik Aji Santoso.

Problem juga terjadi duntuk tim Persebaya U-16 dan U-20. Secara garis besar setiap kelompok menghadapi kesulitan cari striker yang sesuai keinginan pelatih. Pemain-pemain dari klub internal dianggap belum siap.

"Kami gak ada kualifikasi khusus yang mesti gimana-gimana. Kalau mainnya jago pasti kami rekrut, cuma di internal belum ada yang bisa diandalkan. Justru anak-anak daerah yang malah memiliki skil lebih ngosek," ucapnya.

Achmad menilai, ada beberapa faktor mengapa hal tersebut terjadi. Dia melihat Persebaya klub yang sangat disegani di Indonesia. Dia merasakan penyematan itu tidak hanya ditujukan untuk klub senior, tapi juga junior.

"Kalau ada laga junior antardaerah, penyematan itu sangat terasa. Tim lawan kalau ketemu Persebaya kelihatan semangat sekali untuk bisa menang. Apalagi sampai bergabung, itu mereka sangat bangga pakai jersey Persebaya," ucapnya.

Saleh Hanifah, Direktur Persebaya Amatir tak mempersalahkan para pelatih EPA menjaring pemain dari klub eksternal. Langkah tersebut tidak masalah demi tim Persebaya junior kuat. Catatannya, bagi semua pemain yang terpilih, semuanya wajib mundur dari klub asal.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved