Minggu, 3 Mei 2026

Berita Surabaya

Kapal Perang Australia Sandar 4 Hari di Pelabuhan Tanjung Perak Kota Surabaya, Ini Agendanya

Letkol Barton Harrington mengatakan, kapal perang ini sengaja sandar di Surabaya dalam rangka menjalin hubungan bilateral dengan Indonesia.

Tayang:
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/habibur rohman
Kapal Laut Australia HMAS ANZAC dan krunya mengunjungi Surabaya dan bersandar di Dermaga Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Indo-Pacific Endeavour 2023 (IPE 23), Selasa (1/8/2023). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kapal perang milik Australia HMAS ANZAC sandar di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Selasa (1/8/2023).

Kedua sisi lambung kapal sepanjang 120 meter dan lebar sekitar 15 meter itu berbahan dasar plat logam, lalu di bagian depan dilengkapi alat persenjataan meriam.

Beberapa orang asing terlihat ada yang turun dari kapal tersebut. Mereka mengenakan baju putih-putih.

Kapal perang yang mengangkut 150 kru itu dinahkodai Letkol Barton Harrington.

Barton mengatakan, kapal perang ini sengaja sandar di Surabaya dalam rangka menjalin hubungan bilateral dengan Indonesia.

Hingga 4 Agustus 2023, nanti akan melakukan sejumlah kegiatan bersama TNI Angkatan Laut (AL). Seperti pelatihan taktikal di bidang militer.

Mereka juga menggelar diskusi kebudayaan. Seperti perdamaian gender dan keamanan serta sejumlah agenda keagamaan.

"Para kru akan berbagi pengalaman dalam kegiatan tersebut," ucap Barton.

Acara tersebut dinamai Indonesia Endeavour (IPE) 2023. Tugas dari kegiatannya melakukan sejumlah misi perdamaian. Tahun-tahun sebelumnya IPE digelar di Jakarta.

Selain Indonesia ada beberapa negara dilibatkan dalam acara tersebut. Di antaranya Bangladesh, Brunei, Kamboja, India, Laos, Malaysia, Maladewa, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Timor Leste, Thailand dan Vietnam.

Semua militer dari negara-negara itu dilibatkan untuk mendukung kegiatan latihan dan berbagi informasi serta memberikan peluang untuk pelatihan selama IPE23.

IPE 2023 dikomandani oleh Marskal Tony McCormark mengatakan Indonesia adalah negara yang sangat dekat dengan Australia. Australia.

Baik Indonesia Australia maupun Australia memiliki menjaga kawasan Indo-Pasifik agar damai dan aman.

Negaranya berharap dapat terus meningkatkan hubungan bilateral dengan Indonesia.

"Indonesia adalah mitra terdekat kami (Australia). Kerja sama maritim adalah salah satu dari lima pilar Kemitraan strategi komprehensif Australia-Indonesia," ucap Tony.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved