Berita Viral
PROTES TNI Soal Video Hoaks yang Viral Kaitkan Panglima TNI dan Panji Gumilang, Beri Peringatan Ini
TNI melayangkan protes terhadap pembuat video hoaks yang mengaitkan Panglima TNI dengan Panji Gumilang. Beri peringatan ini.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Putra Dewangga Candra Seta
SURYA.co.id - TNI melayangkan protes terhadap pembuat video hoaks yang mengaitkan Panglima TNI dengan Panji Gumilang.
Pihak TNI juga memperingatkan agar pemilik akun dan pembuat video tersebut segera menghapus.
Peringatan tersebut diungkap TNI melalui unggahan instagram resminya baru-baru ini.
Berikut isinya:
"Menanggapi beberapa konten video yang terkait, karya kreator pemilik akun youtube.com/@updateterkini9121 dan telah dipublikasi melalui media, kami menghimbau untuk berhenti menyebar kebohongan. Berkarya membuat konten yang sesuai dengan fakta dan data yang benar serta bersifat membangun dan edukasi.
Beberapa konten yang dibuat pemilik youtube.com/@updateterkini9121 yang terkait foto-foto Panglima TNI, pejabat TNI dan Prajurit TNI. Hal tersebut telah membuat keresahan dan bahkan merugikan institusi TNI.
Video postingan sebelumnya bernarasi “Dengan tegas Panglima TNI minta Panji Gumilang segera dihukum mati terbukti sudah mengancam keutuhan NKRI, diunggah oleh akun Snack Video @yusufcreator204 dengan link http://sck.io/p/jm3Vf070, kemudian diviralkan tik tok dengan user24967486344 telah dilike 14.4K, dikomentari 3498, dibagikan 2571.
Video tersebut setelah dibantah oleh Kapuspen TNI Laksda TNI Julius Widjojono melalui siaran pers bahwa video tersebut HOAX. Dan video tersebut merupakan tindakan dari oknum yang sengaja ingin menyudutkan kredibilitas TNI. Ini ada unsur pidananya. Akhirnya video terbut menghilang.
Baca juga: BIODATA Nina Agustina Bupati Indramayu yang Masa Lalunya Diungkit Panji Gumilang Imbas Hotel Diusik
Namun beberapa waktu kemudian muncul video-video baru yang mirip dengan video yang pernah dibantah TNI, sengaja dibuat narasi terkait Pesantren Al-Zaytun pimpinan Panji Gumilang dibuat narasi yang jelas merugikan TNI dengan menampilkan foto Panglima TNI, pejabat TNI dan prajurit TNI.
Pihak TNI menyatakan memprotes beberapa video yang dibuat dan diposting https://www.youtube.com/@updateterkini9121
Kapuspen TNI menyampaikan atas nama TNI menghimbau kepada kreator dan pemilik akun youtube.com/@updateterkini9121 yang membuat video tentang Pesantren Al-zaytun dengan narasi tertentu dan mengedit foto dan atau video Panglima TNI, pejabat TNI dan Prajurit TNI untuk berhenti dan tidak membuat lagi.
Selanjutnya meminta untuk menghapus postingan-postingan video yang telah dibuat dan telah di publikasi. Bila hal ini tidak dilakukan maka pihak TNI akan menempuh jalur hukum, karena telah merugikan institusi TNI" tulis akun @puspentni.
Panglima TNI Yudo Margono Dicatut Video Hoaks
Sebelumnya, sebuah akun tiktok menggungah video yang menunjukan potongan foto Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.
Dalam unggahan itu diberi judul "Dengan tegas Panglima TNI minta Panji Gumilang segera dihukum mati terbukti sudah mengancam keutuhan NKRI".
Dalam video berdurasi 10'.09" itu bernarasi “Dengan tegas Panglima TNI minta Panji Gumilang segera dihukum mati terbukti sudah mengancam keutuhan NKRI.
Pimpinan Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang kini tengah ramai menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat.
Hal ini bermula saat pondok pesantren Al-Zaytun menerapkan ajaran yang menyimpang dari agama Islam.
Selain dianggap sesat di dalam komplek pondok pesantren Al-Zaytun dikabarkan bahwa terdapat sebuah bunker tempat menyimpan dan memproduksi senjata api.
Menanggapi pemberitaan tersebut pimpinan Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang tidak menampik jika di dalam komplek Al-Zaytun terdapat ruang bawah tanah yang merupakan gudang persenjataan.
Hal ini memang sudah Panji Gumilang persiapkan berjaga-jaga jika banyak pihak yang tidak senang dengan ajaran yang diterapkan Pesantren Al-Zaytun.”
Kapuspen TNI Laksda TNI Julius Widjojono menyatakan bahwa narasi yang disampaikan di media sosial tik tok tersebut adalah tidak benar atau hoax.
“Dia (Pembuat video) mengomentari Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono.
Seharusnya pangkatnya Bintang empat menggunakan garis pinggir warna merah dan Logo satuan dilengan kiri menggunakan Mabes TNI segi lima berwarna merah.
Namun bukan seperti yang terlihat di video menggunakan Logo Angkatan Laut. Kemungkinan Foto tersebut adalah foto Laksamana TNI Yudo Margono saat menjabat Kepala Staf Angkatan Laut,” kata Kapuspen TNI.
Lebih lanjut Laksda Julius Widjojono menjelaskan berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan, video tersebut diunggah oleh akun Snack Video @yusufcreator204.
Kemudian diviralkan tik tok dengan user24967486344 telah dilike 14.4K, dikomentari 3.498, dibagikan 2.571.
"Ini merupakan tindakan dari oknum yang sengaja ingin menyudutkan kredibilitas TNI. Ini ada unsur pidananya,” jelas Laksda Julius Widjojono
Kapuspen TNI meminta kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi konten atau tayangan di media sosial.
Jangan mudah percaya, pastikan kebenaran sebuah berita atau konten tersebut kepada pihak yang berkompeten.
“TNI berharap dan mengajak seruruh masyarakat Indonesia untuk selalu berkarya hal-hal positif yang bersifat membangun dan edukasi,” tutup Laksda Julius Widjojono.
“Lebih Khusus kepada pemilik akun Snack Video dengan ID yusufcreator204 untuk berhenti membuat kreasi-kreasi yang tidak didukung dengan data yang benar dan meminta sesegera mungkin membuat video klarifikasi bahwa video yang telah dia viralkan sebelumnya tidak benar,” tegasnya.
>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.