Kamis, 23 April 2026

Kebakaran Pabrik Plastik di Gresik

Cerita Karyawan Nyaris Terjebak Kebakaran Gudang Pabrik Plastik di Menganti Gresik

Karyawan pabrik plastik di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, panik dan berusaha menyelamatkan diri. Berikut segala daya upaya yang mereka lakukan

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Luhur Pambudi
Kondisi lubang dinding sebelah pabrik plastik yang terbakar di Kecamatan Menganti, Gresik, dijebol karyawan untuk menyelamatkan diri, Senin (31/7/2023). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Kebakaran terjadi di pabrik plastik Jalan Kepatihan Industri No 88, Guntung, Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, pada Senin (31/7/2023) sekitar pukul 12.00 WIB.

Api yang melahap dua gudang berlantai tujuh penyimpanan produk siap jual itu, membuat panik sejumlah karyawan yang sedang beristirahat.

Mereka yang panik adalah karyawan pabrik yang kebetulan berada di dekat dua bangunan yang terbakar, terutama mereka yang berada di dalam mes tempat tinggal karyawan.

Lokasi mes tersebut dengan pola bangunan berbentuk letter L, berada di area sisi paling timur area pabrik. Hanya berjarak 200 meter, dari barisan dua bangunan gudang yang terbakar itu.

Baca juga: BREAKING NEWS Api Melahap Pabrik Plastik di Menganti Gresik

Baca juga: Kebakaran Pabrik Plastik di Menganti Gresik, 5 Mobil Pemadam Dikerahkan, Tapi Terkendala Suplai Air

Salah satu karyawan yang tinggal di mes itu adalah Zainulah (48) warga asal Probolinggo. Ia mengaku mengetahui betul, bagaimana kobaran api melumat habis dua bangunan gudang tersebut.

Sekitar pukul 12.00 WIB, dirinya baru saja menunaikan ibadah salat zuhur. Selepas merampungkan salam pada proses duduk tahiyat akhir, ia mendengar suara berisik dari luar mes yang mirip seperti suara mesin pesawat terbang.

Deru suara mirip mesin pesawat itu, menyita perhatian Zainulah. Ia lantas bergegas keluar bangunan mesnya berukuran 5 x 3 meter tersebut, untuk mencari sumber suara aneh yang mencurigakan itu.

Saat dirinya keluar dari teras mes tempat tinggalnya, Zainulah dikejutkan dengan kondisi bangunan gudang pabrik yang berjarak 200 meter berada di seberang mesnya telah dilumat si jago merah.

Hawa panas menyatu dengan desiran angin siang hari yang berhembusan ke sana kemari. Nyala api tampak membesar mengamuk dan menari-nari.

"Suaranya gemuruh seperti pesawat. Setelah salat zuhur, saya keluar dari mes. Api sudah melahap satu gudang besar. Sudah 2 gudang. Yang jelas 1 gudang saya lihat jelas," ujarnya saat ditemui SURYA.CO.ID di area lapang samping pabrik plastik yang terbakar itu.

Melihat situasi yang mencekam dan berbahaya tersebut, Zainulah sontak kembali masuk ke dalam mes secepat kilat untuk mengemasi berbagai benda berharga miliknya pribadi.

Setelah itu, ia bergegas bersama empat karyawan pabrik yang tinggal di mes tersebut, berlari menjauhi kobaran api untuk menuju ke sisi dinding paling ujung area pabrik.

Apes, dinding tersebut ternyata tidak memiliki celah akses jalan keluar darurat. Secara sigap beberapa karyawan bergegas mengambil sejumlah kayu panjang, lalu memanfaatkan sebagai tangga untuk memanjat dinding setinggi empat meter tersebut.

Dinding berbahan batako warna abu-abu tersebut, merupakan bagian dari konstruksi bangunan pabrik plastik lain yang belum jadi atau sedang dalam tahap pembangunan.

Zainulah semula mengira, hanya dengan cara memanjat dinding, lima orang karyawan penghuni mes tersebut berhasil menyelamatkan diri dari kepungan api yang berpotensi merambat dan membunuh mereka di tengah pelarian.

"Ya tadi ada yang ambil tangga untuk naiki tembok," jelas pria bertopi dan bermasker itu.

Kelima orang karyawan penghuni mes bahu membahu saling menolong dengan membantu memanjat dinding bangunan sebelah pabrik untuk menyelamatkan diri.

Di tengah upaya itu, lanjut Zainulah, beberapa orang karyawan penghuni mes teringat bahwa mereka tak ingin hanya menyelamatkan diri saja, namun juga disertai barang bawaan. Terutama sepeda motor milik mereka yang diparkir di depan mes.

Tentu keinginan mereka itu, terbilang naif dan mustahil. Bagaimana mungkin mereka dapat mengangkat satu per satu motor tersebut melalui pagar batako setinggi itu.

Tak kurang akal, akhirnya, ungkap Zainulah, para karyawan penghuni mes tersebut memilih menjebol dinding lubang batako tersebut menggunakan bebatuan keras yang teronggok di sekitar dinding tembok.

Alhasil lubang terbentuk, para karyawan penghuni mes dapat menyelamatkan kendaraan mereka.

Ternyata, Zainulah mengungkapkan, jebolnya dinding tersebut juga membantu upaya penyelamatan terhadap karyawan pabrik perempuan yang saat itu sedang sakit pada bagian kakinya, sehingga tidak dapat memanjat dinding tersebut.

"Itu lubang akses ke mes. Kami jebol. Karena kalau lewat atas kerepotan. Makanya kami jebol. Kan ada sepeda motornya, jadi buat mengeluarkan motornya juga. Jadi kami merasa kelamaan, akhirnya jebol itu," katanya.

Kakek satu cucu itu mengaku bersyukur, karena nyawanya beserta empat orang temannya sesama karyawan penghuni mes pabrik yang lain berhasil terselamatkan.

Ia tak dapat membayangkan, jika kobaran api dari kedua gudang tersebut menyambar mengenai ilalang area kosong yang membatasi bangunan mesnya.

Bisa-bisa, kobaran api makin mengamuk, membesar dan mengenai semua karyawan penghuni mes yang gagal dan terlambat menyelamatkan.

"Alhamdulillah selamat. Kalau enggak begitu ya gimana," kata pria berkaus polo warna biru seragam karyawan pabrik seraya mengelus-elus dada.

Setahu dirinya, kebakaran hebat tersebut hanya melumat dua bangunan gudang penyimpanan barang plastik perkakas rumah tangga yang telah jadi atau siap jual.

Kobaran api tak sampai menyambar bangunan pabrik yang digunakan sebagai tempat produksi.

Kendati demikian, dirinya belum mengetahui, apakah insiden kebakaran tersebut menyebabkan korban jiwa ataupun luka dari pihak karyawan pabrik.

Pasalnya, sejak berhasil menyelamatkan diri melalui lubang tersebut. Ia ditugaskan oleh teman-teman karyawannya yang lain untuk menjaga barang elektronik dan perkakas dapur para penghuni mes di area halaman kosong pabrik lain sebelah bangunan yang terbakar.

"Katanya teman-teman di sana aman. Tempat produknya aman. Iya cuma di gudangnya yang apes (kebakaran)," ungkapnya.

Zainulah juga mengaku telah bekerja di pabrik tersebut sejak lokasi produksi pabrik masih berlokasi di kawasan Manukan, Tandes, Surabaya, tahun 1999.

Selama itu, ia mengaku, bertugas sebagai teknisi atau mekanik mesin salah satu area produksi di plastik tersebut.

Selama bekerja di sana, ia indekos di kawasan Ngasinan, Gresik. Namun, tahun 2021, Zainulah sempat memutuskan cuti untuk istirahat selama setahun dan baru bekerja kembali sekitar tahun 2022.

Lalu, saat mulai kembali bekerja di tahun tersebut, ia mulai tinggal di mes yang disediakan oleh pihak manajemen pabrik.

"Saya mulai bekerja dari Manukan. Lalu pindah ke sini. Ya totalnya sudah 20 tahunan. Saya sempat izin istirahat 1 tahun pada 2021. Lalu kerja lagi 2022. Iya sekitar itu (23 tahun kerja). Saya asli Probolinggo. Saya dulu kos di Ngasinan," pungkasnya.

Sementara itu, seorang kuli bangunan berkaus polo bertopi biru yang enggan menyebutkan nama, mengakui dirinya yang membawakan tangga untuk dipergunakan para karyawan yang berusaha menyelamatkan diri.

Ia merupakan pekerja bangunan di bangunan pabrik lain yang berada di sisi selatan bangunan pabrik plastik terbakar. Saat itu, dirinya sedang berada di atas bangunan untuk bersiap istirahat makan siang.

Namun, dari arah kejauhan ia mendengar ada teriakan suara wanita yang kesulitan memanjat pagar menyelamatkan diri.

Tak pelak, ia lantas mengambil salah satu tangga salah satu perkakas alat bangunan miliknya yang sedang tak dipakai untuk digunakan karyawan penghuni mes menyelamatkan diri.

"Yang kecantol tadi siapa. Kalau enggak teriak ya saya enggak tahu. Makanya saya ambil tangga. Barangnya aja gak apa-apa," ujar pria yang enggan menyebutkan namanya itu saat ditemui SURYA.CO.ID di tempatnya bekerja.

Sekadar diketahui, Pabrik plastik milik PT Gunung Agung Sentosa di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, terbakar hebat pada Senin (31/7/2023).

"Lima mobil pemadam kebakaran dikerahkan dari pos Driyorejo, Menganti dan pos kota," kata Kasi Pemadam Dinas Kebakaran Penyelamatan Gresik, Bakti Darmawan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved