Bolehkah Berdoa dengan Bahasa Indonesia ketika Sujud Terakhir dalam Shalat? Berikut Hukumnya

Berikut penjelasan Ustadz Abdul Somad tentang Berdoa dengan Bahasa Indonesia ketika Sujud Terakhir dalam Shalat.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
Canva
Ilustrasi sholat 

SURYA.CO.ID - Sebagian umat Muslim mempertanyakan bolehkan berdoa dengan Bahasa Indonesia ketika sujud terakhir dalam shalat?

Diketahui, umat Muslim dianjurkan untuk senantiasa berdoa dan mengharap pertolongan Allah SWT.

Doa bisa dilakukan kapan saja, namun ada waktu-waktu tertentu dimana Allah SWT akan segera mengabulkan doa tersebut.

Salah satu waktu mustajab untuk berdoa adalah sujud ketika mengerjakan shalat.

Bagaimana doa sebaiknya berdoa ketika sujud dalam shalat?

Apakah boleh berdoa dengan Bahasa Indonesia?

Hukum Doa saat Sujud dalam Shalat

Mengenai bahasa doa yang digunakan saat sujud dalam shalat ini, sudah pernah dijelaskan oleh Ustadz Abdul Somad.

Mengutip kanal YouTube Ngaji From Home, Ustad Abdul Somad pertama-tama menyampaikan sebuah hadist terkait berdoa saat sujud.

أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Artinya: "Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika dia sedang sujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim, no. 482)

Dijelaskan Ustadz Abdul Somad, pada dasarnya tidak ada ikhtilaf atau perbedaan pendapat para ulama tentang syari’at doa dalam sujud.

Akan tetapi, ikhtilaf para ulama soal doa dalam sujud terletak pada tiga hal.

Ketiga hal itu berkaitan dengan bahasa yang digunakan.

"Berdoa di waktu sujud tak ada ikhtilaf ulama disyariatkan. Di mana letak ikhtilafnya? Ada tiga," kata Ustadz Abdul Somad seperti dikutip dari video YouTube Ngaji From Home.

"Pertama doa berbahasa Arab, yang kedua doa yang ma'tsur. Ma'tsur itu artinya ada dalam Alquran ada dalam sunnah. Yang ketiga doa Berbahasa Indonesia," sambungnya.

Lebih lanjut Ustadz Abdul Somad memaparkan, untuk doa dalam Bahasa Arab, ada lagi ikhtilaf dari para ulama.

Diterangkan Ustadz Abdul Somad, sebagian ulama mengatakan boleh memakai Bahasa Arab saat berdoa dalam sujud, sedangkan sebagian lainnya mengatakan tidak boleh.

Untuk doa ma'tsur, lanjutnya, para ulama sepakat boleh dibaca dalam sujud.

Sementara doa menggunakan bahasa selain Bahasa Arab, para ulama sepakat mengatakan tidak boleh.

Bahkan, para ulama juga sepakat mengatakan, berdoa menggunakan bahasa selain Bahasa Arab dalam sujud dapat membatalkan shalat.

"Yang Berbahasa Indonesia, berbahasa asing non Arab sepakat batal. Yang berbahasa Arab ikhtilaf sebagian mengatakan batal sebagian tidak,"

"Yang doa ma'tsur ada dalam Alquran ada dalam sunnah sepakat ulama boleh dibaca," jelasnya.

Cara Berdoa ketika Sujud agar Sholat Sah

Tidak semua umat muslim mampu mengingat doa-doa yang ada dalam ayat-ayat Alquran.

Tidak semua orang juga bisa dan memahami Bahasa Arab.

Lalu, bagaimanakah cara kita memanjatkan doa dalam sujud terakhir saat menunaikan ibadah shalat?

Masih dalam video yang sama, Ustad Abdul Somad juga berbagi solusi bagi umat muslim yang ingin ber doa di sujud terakhir saat shalat secara aman.

Disampaikan Ustadz Abdul Somad, bahwa kita boleh membaca doa saat sujud dengan menggunakan bahasa yang kita pahami.

Akan tetapi, tidak diucapkan atau dilafalkan secara langsung dengan lidah.

Melainkan hanya dibacakan dalam hati saja.

"Dibacakan pakai bahasa kita, tidak dilafadzkan lidah, dalam hati," ujar Ustadz Abdul Somad.

Meski dibacakan dalam hati, Ustadz Abdul Somad menegaskan bahwa kita tidak perlu khawatir memikirkan apakah doa kita akan sampai atau tidak.

Sebab Allah SWT Maha Tahu atas segala hal yang tersembunyi, termasuk dalam batin seseorang.

“Wana’lamu maa tuwaswisu bihi nafsuh. Kami tau apa yang berbisik-bisik dalam hatimu,” terang Ustadz Abdul Somad menjelaskan potongan ayat QS. Qaaf ayat 50.

“Wanahnu aqrabu ilaihi min hablil wariid. Kami dekat pada hamba Kami, lebih dekat daripada urat lehernya sendiri,” pungkasnya menyambung potongan ayat Alquran tersebut.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved