Selasa, 14 April 2026

Berita Bangkalan

Mencari Belut, 4 Warga Bangkalan Malah Hadapi Ular Raksasa 4 Meter, Bobotnya Bikin Ngeri

Dengan ukuran sepanjang itu, maka ular tersebut memang termasuk raksasa, apalagi kemudian diketahui beratnya sekitar 30 KG.

|
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya.co.id/ahmad faisol
Lampu sorot milik pencari belut mendapati seekor ular Sanca Kembang sepanjang lebih dari 4 meter dengan bobot sekitar 30 KG bergerak pelan di pinggir sungai Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Jumat (21/7/2023) malam. 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Berniat mencari belut Jumat (21/7/2023) malam, empat warga Bangkalan malah harus memeras keringat setelah bertemu seekor ular besar jenis Sanca Kembang (Santja Kembang) sepanjang 4 meter di pinggir sungai Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Jumat (21/7/2023) malam.

Dengan ukuran sepanjang itu, maka ular tersebut memang termasuk raksasa, apalagi kemudian diketahui beratnya sekitar 30 KG. Binatang melata itu ditemukan secara tidak sengaja, ketika lampu sorot salah satu dari empat pencari belut mengenainya saat melintas naik motor.

Rasa takut sempat menjalar di seluruh tubuh mereka. Diskusi singkat akhirnya memutuskan, Sanca sepanjang lebih dari 4 meter itu harus ditangkap. Keempat orang itu pun berbagi tugas, ada yang kembali pulang untuk mengambil sebuah karung hingga memegangi kepala, perut, hingga ekor ular.

“Saya terpaksa kembali menempuh perjalanan sekitar 1 KM untuk mengambil karung, ular itu sesak memenuhi karung. Saya juga ambil kain yang dijadikan orang-orangan di tengah sawah. Kami berempat hampir saja tidak kuat mengangkat tubuh ular,” tutur Wadot (33), warga Desa Jaddih, Kecamatan Socah kepada SURYA.

Sementara rekannya, Abu Bakar (25), warga Desa Bilaporah, memiliki tugas paling berat dan menentukan. Ketenangannya sangat dibutuhkan saat berupaya memegang bagian kepala Sanca.

“Pertama pakai kayu bambu, dicantolkan ke kepala ular. Seketika kepala ular ditutup dengan kain, saat bersamaan saya pegang kepalanya. Harus kepala, tidak boleh di bawah kepala yang dipegang. Kalau digigit tidak bisa dilepas karena tenaga ular kuat sekali,” ungkap Abu.

Berdasarkan tayangan video saat penangkapan, ular tersebut berjenis Sanca Kembang atau Sanca Batik. Ular ini dari suku Pythonidae yang berukuran besar dan memiliki ukuran tubuh terpanjang di antara ular lain.

Ukuran terbesarnya dikatakan dapat melebihi 8.5 meter dan merupakan ular terpanjang di dunia atau lebih panjang dari jenis Anaconda.

“Ukuran tubuh ular besar, sekitar 4 meter lebih dengan bobot hampir 30 KG. Satu karung penuh sesak, berat saat diangkat. Sepertinya baru makan karena saat kami tangkap tidak ada perlawanan, tubuhnya lemas dan tidak lincah. Akhirnya, kami berikan kepada teman,” pungkas Abu.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang juga concern di Konservasi Sumber Daya Alam, Ihsanudin mengungkapkan, Sanca Kembang masuk daftar spesies satwa liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional.

“Dikategorikan satwa appendix satu, statusnya sudah red list atau kritis. BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Pamekasan harus tahu keberadaan Sanca itu. Bahkan untuk memeliharanya juga harus izin,” ungkap Ihsanudin melalui sambungan selulernya..

Ia menjelaskan, International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) juga telah merilis dan mengkategorikan status satwa-satwa liar. Mulai dari rentan punah hingga melimpah.

Keberadaan hewan melata atau reptil seperti Sanca itu, lanjutnya, karena didorong oleh keberadaan hewan mangsa atau prey. Menurutnya, Sanca memang sangat mudah sekali beradaptasi dengan lingkungan.

“Meskipun secara wildlife, mereka ada di hutan namun bisa saja beradaptasi dengan lingkungan pemukiman, perkotaan, atau di manapun. Karena sistem penangkapan mangsa, mereka model kamuflatif, inklusif. Jadi begitu ada prey (mangsa), disergap dan menghilang lagi,” pungkasnya. *****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved