Kamis, 7 Mei 2026

Niat Puasa Muharram dan Qadha Ramadhan Arab, Latin dan Terjemahan Lengkap Keutamaan

Berikut bacaan niat Puasa Muharram lengkap dalam Bahasa Arab, latin dan terjemahan.

Tayang:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
Istimewa
Ilustrasi - Niat Puasa Muharram dan Qadha Ramadhan 

SURYA.CO.ID - Berikut bacaan niat Puasa Muharram dan Qadha Ramadhan lengkap dalam Bahasa Arab, latin dan terjemahan.

Puasa Muharram adalah puasa pada Bulan Muharram. Mengerjakan ibadah puasa di Bulan Muharram merupakan sebaiknya-baiknya puasa.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi SAW bersabda, “Sebaik-baik puasa/shaum setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Bulan Muharram.” (HR. Muslim).

Umat Islam dapat mengerjakan Puasa Muharram pada tanggal berapa saja, namun yang paling utama adalah puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram yaitu Puasa Tasua dan Puasa Asyura.

Bersamaan dengan Puasa Muharram, umat Islam juga dapat mengerjakan Puasa Qadha Ramadhan.

Menurut Keputusan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan Kemenag, tanggal 1 Muharram 1445 Hijriyah jatuh pada tanggal 19 Juli 2023.

Sehingga Puasa Tasua jatuh pada tanggal 27 Juli 2023 dan Puasa Asyura jatuh pada tanggal 28 Juli 2023.

Niat Puasa Muharram

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta’âlâ.

Artinya, “Saya niat puasa Muharram karena Allah ta’âlâ.”

Niat Puasa Muharram dan Qadha Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Ghodin 'an qadaa'in fardho ramadhoona lillahi ta'alaa

Artinya  "Saya niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadan karena Allah Ta'ala".

Niat Puasa Tasu'a (9 Muharram)

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT."

Niat Puasa Asyura (10 Muharram)

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

Keutamaan Puasa Tasua dan Puasa Asyura

Khusus untuk Puasa Tasua dan puasa asyura, umat Muslim yang mengerjakannya akan diganjar pahala ampunan dosa.

Aisyah r.a., ia berkata: 'Hari Asyura adalah waktunya puasa orang-orang Quraisy pada zaman jahiliyah. Dan Rasulullah pun melaksanakannya. Tatkala Nabi tiba di Madinah, beliau tetap melakukan puasa itu juga. Ketika diwajibkan Puasa Ramadan, beliau meninggalkan Puasa Asyura, dan beliau bersabda, 'barangsiapa yang hendak berpuasa, maka puasalah, dan barang siapa hendak berbuka, maka berbukalah," (HR. Bukhari).

Ustadz Abdul Somad menerangkan puasa asyura tidak boleh dikerjakan satu hari saja.

"Yang paling bagus puasa itu tanggal 9, 10, 11 (Muharram). Kalau tidak sanggup tiga hari, karena kata Nabi SAW jangan sama puasanya dengan puasa Bani Israil (orang Yahudi). Orang Yahudi itu puasanya cuma tanggal 10 (Muharram) saja. Maka supaya kita beda dengan Yahudi, puasa 9, 10, 11 (Muharram) Kalau tak sanggup, pilih dua hari 9 dan 10 (Muharram)," kata Ustadz Abdul Somad, dikutip dari YouTube 18 Agustus 2021.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved