Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Situbondo

Curigai Kejanggalan Atas Kematian Anaknya, Warga Situbondo Datangi Polsek Mangaran

Dengan pelaporan ini, orangtua korban bisa mendapatkan kejelasan atas motif apa yang membuat korban melakukan tindakan itu

Tayang:
Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
news18.com
ilustrasi bunuh diri 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Suhadam (50), warga Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo akhirnya melaporkan kemarian anaknya, Sugik (16), yang ditemukan menggantung di kamar mandi beberapa hari yang lalu ke Polsek Mangaran, Rabu (19/7/2023).

Suhadam datang didampingi pengacaranya, Taufik SH, serta beberapa saudaranya. Diungkapkan Taufik, kliennya mendatangi polsek guna melakukan laporan atas kejanggalan meninggalnya korban yang semula diduga disengaja.

"Kami mendatangi Polsek Mangaran, untuk melaporkan kejanggalan terkait motif apa yang membuat korban mengakhiri hidupnya seperti itu," kata Taufik usai mendampingi pemeriksaan di Polsek Mangaran.

Taufik menjelaskan, awalnya memang Suhadam enggan untuk dilakukan autopsi pada putranya tersebut. "Karena ketidaksabaran Pak Suhadam, sehingga enggan untuk mengizinkan autopsi dan membiarkan begitu saja hingga dimakamkan. Namun akhirnya orangtua korban merasa ada yang janggal sehingga dibuat laporan malam ini," ungkapnya.

Dengan pelaporan ini, orangtua korban bisa mendapatkan kejelasan atas motif apa yang membuat korban melakukan tindakan itu. "Orangtua korban berharap bisa mendapatkan keadilan dan kebenaran mengenai penyebab anaknya meninggal dunia," jelasnya.

Selanjutnya, Taufik akan mendatangkan beberapa orang saksi untuk memperkuat laporan mereka ke polisi. "Minggu (23/7/2023) nanti kami akan mendatangkan saksi-saksi untuk memperkuat dugaan adanya kejanggalan yang dicurigai orangtua korban," jelasnya.

Sementara Banit Reskrim Polsek Mangaran, Bripka Muhammad Mualif mengatakan, pemeriksaan ayah kandung Sugik itu untuk meninda lanjuti adanya laporan dari ibu korban. "Benar, sudah kita mintai keterangannya, ada sekitar satu jam kita periksa," kata Mualif. *****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved