Senin, 4 Mei 2026

Berita Lamongan

Jumat Curhat, Polres Lamongan Bergeser Temui Pedagang Pasar

Polres juga melibatkan pengelola pasar, Perumda Pasar Daerah tepatnya di Pasar Sidoharjo dan UPT Pasar Ikan Lamongan

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/hanif manshuri
Jumat curhat Polres Lamongan bersama pedagang Pasar Sidoharjo dan Pasar Ikan, Jumat (14/7/2023) 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN – Sasaran Jumat Curhat yang digelar rutin Polres Lamongan kini bergeser.

Jika sebelumnya banyak dilakukan di balai desa, dan pendopo kecamatan, kini bersama pedagang pasar.

Tidak hanya pada pedagang, Polres juga melibatkan pengelola pasar, Perumda Pasar Daerah tepatnya di Pasar Sidoharjo dan UPT Pasar Ikan Lamongan, Jumat (14/7/2023).

Di dua tempat ini, Polisi menampung semua apa yang menjadi keluhan para pedang. Kedatangan petugas Polres ini banyak dimanfaatkan pedagang untuk berdiskusi berkeluh kesah serta mencari solusi terbaik.

Jumat curhat dipimpin Kasat Intel Polres Lamongan, Iptu I Nyoman Sukenesa, didampingi Kapolsek Kota Lamongan, AKP M. Fadelan, Direktur Perumda Pasa Lamongan, Suhartono, serta Kepala UPT Pasar.

Sekitar 50 pedagang rela meninggalkan dagangannya untuk nimbrung mengikuti acara Jumat curhat.

Baca juga: Perayaan Tahun Baru Islam 1445 H, Pemkab Lamongan Hadirkan Band Letto dan Gelar Beragam Acara Religi

Kesempatan itu dimanfaatkan pedagang untuk menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi. Tanpa ragu, perwakilan pedagang Pasar Ikan mengeluhkan adanya warung penjual miras yang ada di depan pintu masuk Pasar Ikan.

"Keberadaannya sangat menganggu ketentraman warga pasar dan warga sekitar," ungkapnya.

Warung miras itu dinilai cukup menyedot pembeli, lantaran ada banyak wanita sebagai pramusaji. " Sering memicu gaduh," katanya.

Para pedagang juga menyampaikan kondisi gorong-gorong Pasar Ikan. Terjadi sedimentasi dan banyan tumpukan sampah yang membuat aliran limbah tidak lancar yang memicu bau menyengat.

Beda dengan apa yang menjadi keluhan pedagang Pasar Tingkat. Pintu keluar masuk menuju pasar dirasakan sering memicu kemacetan arus Lalin depan pasar.

Para pedagang juga berharap, agar tidak ada penutupan jalan jalur sekitar pasar saat ada kegiatan yang digelar oleh Pemda atau pihak lain yang terpusat di Alun-alun.

"Praktis pasar sepi, karena jalan di sekitar pasar ditutup," kata Muhammad.

Mestinya polanya dibalik, saat ada keramaian di Alun-alun, sejumlah ruas jalan menuju pasar tetap dibuka. Kalau dibuka, pengunjung akan banyak masuk pasar.

Mendapati keluhan para pedagang, Kapolres Lamongan, AKBP Yakhob Silvana Delareskha melalui Kasat Intel Polres Lamongan Iptu I Nyoman Sukenesa mengatakan, perlunya Jumat curhat tetap digelar untuk membuat nyaman warga masyarakat, termasuk warga pasar.

"Selain sharing informasi, juga mendengarkan keluhan atau problematika yang dialami masyarakat pasar. Jika muncul masalah, kita akan carikan solusinya bersama instansi terkait," kata Nyoman.

Program Jumat curhat ini bertujuan untuk memberikan ruang komunikasi antara pengelola dan pedagang pasar dengan instansi terkait, khususnya Polres Lamongan.

"Polri berupaya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, termasuk berbagai komunitas dan teman-teman pedagang," katanya.

Keberadaan pasar tradisional merupakan penopang ekonomi. Sementara para pedagang juga merupakan pelaku ekonomi aktif dalam percepatan peningkatan perekonomian Pasca Pandemi Covid 19.

Pihaknya mengingatkan kepada para pedagang untuk ekstra hati-hati. Karena sangat rentan menjadi sasaran tindak kriminalitas yakni peredaran uang palsu.

"Sulit membedakan antara uang palsu dan asli oleh karena itu para pedagang harus teliti dan mengenali betul tentang jenis dan bentuk uang asli atau palsu," ungkapnya.

Cara antisipasi agar tidak menjadi korban peredaran uang palsu adalah dengan menyediakan money detector untuk mendeteksi keaslian uang.

Nyoman juga membeber modus para pelaku menyebar uang palsu, biasanya di toko pedagang kecil dengan berbelanja dalam jumlah nominal kecil, sementara pelaku menggunakan pecahan lembaran 100 ribu palsu.

"Targetnya pelaku mendapat pengembalian uang asli," kata Nyoman.

Seluruh keluh kesah, saran dan kritik menjadi masukan Polres yang akan ditindaklanjuti dengan mencarikan solusi terbaik.

Sementara itu, Kepala Perumda Pasar Lamongan, Suhartoni menyampaikan, bahwa kegiatan Jumat curhat bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara Polres Lamongan, pengelola pasar, dan pedagang pasar.

Menjelang tahun politik, diharapkan para pedagang dapat menghadapinya dengan bijaksana dan tetap menjaga kerukunan bersama.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved