Pemilu 2024
JIKA Prabowo Jadi Presiden, 5 Program Ekonomi Rakyat Harus Lebih Bisa Dijangkau Wong Cilik
Jika nanti Prabowo terpilih menjadi presiden, dia ingin lima program ekonomi rakyat harus lebih bisa terjangkau oleh wong cilik.
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID - Prabowo Subianto, kembali mengajukan diri sebagai calon presiden untuk Pemilu 2024 mendatang.
Jika nanti Prabowo terpilih menjadi presiden, dia ingin lima program ekonomi rakyat harus lebih bisa terjangkau oleh wong cilik.
Bahkan, Prabowo mengatakan bahwa lima program ini sebagai pendukung berbagai kartu yang sebelumnya telah dikenalkan oleh Jokowi seperti, Kartu Indonesia Sehat (KIS) hingga Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Melansir Tribunnews, lima program yang dimaksud Prabowo yakni meliputi, kesehatan, pendidikan, perumahan, sembako, dan pinjaman untuk usaha.
“Aneka program ini dibuat agar wong cilik, rakyat banyak, bisa tersenyum dan tertawa. Mereka tak lagi terlalu berat menjalani hidupnya, apalagi akibat tiga tahun pandemi Covid-19,” kata Prabowo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (1/7/2023).
Baca juga: Prabowo Subianto Salurkan Ratusan Sapi untuk Idul Adha ke Ponpes dan Ormas di Jatim
Baca juga: Manuver 3 Capres Pekan Ini, Pengamat: Prabowo Paling Santai
Prabowo menyatakan segera merumuskan program ekonomi lainnya.
Sebab, lima program ekonomi rakyat ini hanya bagian dari program yang lebih besar untuk membangkitkan ekonomi Indonesia lebih cepat.
Sebelumnya, pada Minggu (25/6/2023), di hadapan ribuan kadernya, Prabowo sudah menyatakan sebagian pandangannya terkait lima program ekonomi rakyat.
“Kalau sakit bisa ke rumah sakit dengan baik, bisa berobat tidak usah bayar terlalu tinggi. Kalau perlu tidak bayar sama sekali,” terang Menteri Pertahanan ini.
Terkait pendidikan, Prabowo menyatakan bahwa seluruh anak di Indonesia harus mendapatkan akses pendidikan dengan baik. Seluruh orang tua di Indonesia tak perlu khawatir memikirkan sekolah anak-anaknya.
"Anak-anak kita, setiap laki-laki dan setiap perempuan, bisa tidur malam dengan nyenyak, tidak khawatir apa yang terjadi besok,” ungkap Prabowo.
Prabowo juga mengutip proyeksi dari lembaga internasional, PricewaterhouseCoopers, lembaga penyedia jasa auditor besar dunia, yang menyatakan Indonesia akan menjadi negara keempat terbesar dunia secara ekonomi pada 2050.
Saat itu, negara terbesar lain di atas Indonesia hanya Cina, India, dan Amerika Serikat.
Namun, kata Prabowo, negara hanya kuat jika ekonomi rakyat juga diperkuat.
Menurutnya, tidak ada negara yang benar-benar bisa kuat jika mayoritas rakyatnya tak bisa menjangkau pendidikan, kesehatan, perumahan, hingga pinjaman dana untuk usaha.
“Maka, saya dedikasikan hidup saya untuk ikut memperkuat ekonomi rakyat,” tegasnya.
Prabowo menyatakan akan segera mengumpulkan ekonom terbaik bangsa untuk membuat academic paper, sehingga secara detail bisa dipakai untuk membangkitkan ekonomi rakyat Indonesia.
“Lima program ekonomi rakyat ini, pendidikan, kesehatan, perumahan, sembako, dan pinjaman dana untuk usaha rakyat, harus semakin terjangkau, semakin mudah didapat, dan semakin cepat diakses, bahkan untuk beberapa kasus digratiskan,” pungkasnya.
Deretan Nama Cawapres Pendamping Prabowo
Setelah batal menjadikan Ganjar Pranowo sebagai cawapres untuk maju dalam Pemilu 2024, Prabowo agaknya akan memilih satu dari enam nama yang digadang bakal menjadi pasangannya.
Prabowo batal menjadikan Ganjar Pranowo sebagai pendamping dalam Pemilu 2024 lantaran telah diusung oleh PDI-Perjuangan.
Dalam acara Mata Najwa, muncul enam nama lain yang dikabarkan bakal menjadi pendamping Prabowo untuk Pemilu 2024.
"Tadinya aku berharap sebetulnya bersama beliau (maju Pilpres 2024). Tapi, sekarang nggak bisa 'kan," kata Prabowo Subianto disambut tawa penonton, melansir Tribunnews.
Ia menambahkan, keinginan menjadikan Ganjar Pranowo sebagai calon wakil presiden pupus setelah PDI Perjuangan mengusung Ganjar sebagai calon Presiden.
Artinya, Prabowo justru akan 'melawan' Ganjar pada Pilpres 2024 mendatang.
"Iya (karena Ganjar sudah diusung PDIP), begitulah kira-kira," lanjutnya.
Saat disinggung mengenai enam nama yang masuk bursa cawapres yang bakal mendampinginya, Prabowo menilai mereka sama-sama putra dan putri terbaik bangsa.
Sebagai informasi, Najwa Shihab menyebut enam nama yang masuk bursa cawapres Prabowo, yaitu Menteri BUMN, Erick Thohir; Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Kemudian, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; dan Wali Kota Solo sekaligus putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka.
"Kalau saya lihat mereka adalah putra dan putri terbaik bangsa Indonesia," katanya.
"Masing-masing di bidangnya, masing-masing dari latar belakang, usia masing-masing," ujar Prabowo.
Mengenai keenam nama itu, Prabowo menegaskan dirinya bisa bekerja sama dengan mereka.
Meski demikian, Prabowo tampaknya masih tetap menaruh harapan pada Ganjar Pranowo.
Sambil bercanda, Prabowo mengatakan akan mempertimbangkan Ganjar jika bacapres PDIP itu bersedia menjadi wakilnya.
"Saya bisa bekerja dengan semua (keenam nama yang disebut Najwa Shihab)" ujarnya.
"Siapa tahu ujungnya Ganjar mau jadi wakil saya, kita pertimbangkan juga. Siapa tahu," ucapnya sambil tertawa.
Saat disinggung secara khusus soal Gibran, Prabowo mengatakan nama putra sulung Jokowi itu pastinya masuk dalam perhitungan.
"Tentunya termasuk dong. Semua harus kita perhitungkan," pungkasnya.
Elektabilitas Cawapres
Berdasarkan survei cawapres IPO periode 5-13 Juni 2023, Erick Thohir menempati peringkat pertama dengan elektabilitas 15,5 persen.
Pada peringkat kedua, muncul nama Mahfud MD dengan elektabilitas 11,1 persen.
Lalu, di urutan selanjutnya adalah Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dengan skor masing-masing 10,9 persen dan 6,7 persen.
Sementara itu, Erick Thohir juga menempati peringkat ketiga sebagai cawapres paling potensial menurut survei Populi Center periode 5-12 Juni 2023.
Ia memperoleh elektabilitas sebesar 5,9 persen.
Di urutan pertama diisi oleh Sandiaga Uno dengan skor 9,8 persen.
Kemudian, ada nama Ridwan Kamil dengan elektabilitas 7,5 persen.
"Pada pertanyaan terbuka, Sandiaga Uno menjadi nama yang paling banyak dipilih untuk menjadi wakil presiden dengan 9,8 persen," kata Peneliti Populi Center Hartanto Rosojati di Kantor Populi Center, Jakarta Selatan, Senin (26/6/2023).
"Disusul Ridwan Kamil dan Erick Thohir," lanjutnya.
Setelahnya, disusul nama Mahfud MD dengan perolehan 4,7 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/JIKA-Prabowo-Jadi-Presiden-5-Program-Ekonomi-Rakyat-Harus-Lebih-Bisa-Dijangkau-Wong-Cilik.jpg)