Rabu, 8 April 2026

Berita Malang Raya

Bambang Rukminto Enggan Berspekulasi Latar Belakang Perampokan terhadap Dirinya

Bambang mengharapkan peristiwa yang ia alami menjadi perhatian Pemkot Malang. Menurutnya, sistem pengamanan di Kota Malang harus ditingkatkan.

|
Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/benni indo
Peneliti Institute for Security and Stragic Studies, Bambang Rukminto saat di Polresta Malang Kota. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Peneliti Institute for Security and Stragic Studies, Bambang Rukminto tidak berspekulasi atas peristiwa perampokan yang dialaminya.

Hal itu ia nyatakan saat ditanya media apakah perampokan tersebut ada kaitannya dengan latar belakang profesi dan pernyataannya tentang kepolisian.

"Saya tidak mau spekulasi, biar polisi saja yang menyelidiki. Meksi begitu, aneh juga kalau itu kejahatan biasa, kenapa yang ditarget saya. Saya juga tidak membawa apa-apa, TKP-nya ramai, ya kalau menurut beberapa senior, ini mungkin terkait pernyataan saya. Hanya sekadar peringatan ke saya. Ada empat orang, dua di antaranya bawa alat seperti senjata api, itu bukan hal yang biasa," ujarnya.

Bambang mengatakan, terbaru dirinya mengkritik adanya polisi yang mendapat promosi sebagai jenderal bintang satu setelah mendapatkan demosi.

"Banyak kritik saya ke kepolisian, terbaru terkait demosi salah satu perwira kepolisian yang dapat bintang satu. Padahal sudah dapat demosi lima tahun, tapi dianulir setahun kemudian dapat promosi bintang satu.

Hal aneh yang ia perhatikan juga ketika pelaku meminta ponsel daripada uang yang baru saja ia ambil.

"Makanya jadi aneh juga yang diminta ponsel. Kalau kejahatan biasa, kenapa yang diminta ponsel?" ujarnya.

Bambang mengharapkan peristiwa yang ia alami tersebut menjadi perhatian Pemkot Malang.

Menurutnya, sistem pengamanan di Kota Malang harus ditingkatkan.

Peristiwa perampokan yang membawa alat senjata replika itu menjadi indikator bahwa Kota Mang tidak begitu aman.

"Ini juga harus menjadi perhatian Pemkot Malang, tidak aman kota kita, yang selama ini dinyatakan aman," ujarnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved