Arti Kata Red Flag yang Jadi Bahasa Gaul Menurut Psikolog

Belakangan kata red flag biasa dipakai untuk menyebut karakter seseorang. Meski kini ramai dipakai, tahukah apa yang dimaksud red flag?

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Cak Sur
Istimewa/freepik diana.grytsku
Ilustrasi. Belakangan kata red flag biasa dipakai untuk menyebut karakter seseorang. Penggunaan kata red flag dipakai sebagai bahasa gaul dan tak jarang diungkapkan di media sosial. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Belakangan kata red flag biasa dipakai untuk menyebut karakter seseorang.

Penggunaan kata red flag dipakai sebagai bahasa gaul dan tak jarang diungkapkan di media sosial.

Meski kini ramai dipakai, tahukah apa yang dimaksud red flag?

Dikutip dari Kompas.com, red flag merupakan kosakata dalam bahasa Inggris yang bila diterjemahkan berarti “bendera merah”.

Jika dilihat secara makna tekstual atau harfiah, dikutip dari kamus bahasa Inggris Merriam Webster, istilah red flag artinya adalah tanda atau sinyal peringatan.

Dalam wawancara terpisah, Psikolog Ernestine O Yuniswara M.Psi dari Dear Astrid, Surabaya, mengungkapkan bahwa kata red flag digunakan untuk indikasi adanya sinyal bahaya atas karakter seseorang yang negatif.

Selain karakter, juga mengenai tindakan atau sikap seseorang yang dinilai negatif.

Red flag bisa digunakan dalam menilai seseorang yang berkarakter negatif dalam hubungan pertemanan maupun percintaan.

“Red flag seperti rambu-rambu ketika melihat seseorang, seperti gelagat kurang baik,” ungkap Ernestine kepada Tribun Jatim Network, belum lama ini.

Dalam hal ini, Ernestine mengatakan, bahwa red flag sebagai rambu-rambu untuk berhati-hati akan sikap seseorang.

“Misal rambu lampu kuning yang kita harus hati-hati. Contohnya melihat orang yang setiap hari komentar negatif tapi di depan baik-baik saja. Nah kenapa nih dia begitu,” ungkapnya.

Selain tanda atau sinyal peringatan atas sikap kurang baik seseorang, mengenal sikap yang menjadi "red flag" seseorang turut membantu untuk menentukan sikap ke depan dalam berhubungan.

“Jadi rambu-rambu kapan kita harus tahu dan menentukan sikap, membatasi diri dengan orang atau cut off hubungan dengan orang lain,” ungkapnya.

Sehingga, dari rambu-rambu itu dapat membentengi diri dengan sikap maupun hubungan yang kurang sehat atau toxic.

Memahami tanda-tanda red flag dalam hubungan, dapat memberdayakan individu untuk membuat keputusan tentang hubungan mereka.

“Kalau toxic kan kepribadian yang punya perilaku tertentu yang udah lampu merah. Jadi dari red flag itu kita sudah bisa berhati-hati,” tutupnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved