Haji 2023
Rindu Bakso, Jemaah Haji Indonesia Bisa Datang ke Medina Asian Restaurant
Jemaah haji Indonesia bisa mencoba bakso yang menjadi makanan khas Indonesia, di Madinah, Arab Saudi. Bisa datang ke Medina Asian Restaurant.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, MADINAH - Jemaah haji Indonesia bisa mencoba bakso yang menjadi makanan khas Indonesia, di Madinah, Arab Saudi.
Di dekat Jabal Uhud, ada Medina Asian Restaurant yang menyiapkan bakso ini.
Ini bisa menjadi tempat alternatif bagi jemaah haji yang sudah mulai rindu masakan Indonesia saat menjalankan ibadah haji. Bakso yang dijual di Madinah ini, rasanya sesuai dengan lidah orang-orang Indonesia.
Tidak hanya bakso, di restoran ini dijual juga masakan Indonesia lainnya. Di antaranya Soto Betawi, Soto Ayam, Lontong Sayur, Nasi Goreng, Nasi Campur, Gado-gado, Ketoprak, Mie Goreng, Pisang Goreng dan Bakwan.
Muhammad Umar, Kepala Chef Medina Asian Restaurant mengatakan, per harinya, minimal ada 300 sampai 400 pembeli dan menghabiskan sekitar satu kuintal beras. Apalagi saat musim haji dan umrah ini.
“Kami akan mempertahankan kualitas masakan yang dijual dan mengedepankan cita rasa dari bumbu yang didatangkan langsung dari Indonesia, termasuk cabai setan segar untuk menghasilkan bakso yang sesuai,” urainya.
Menurut Chef Umar, bakso ini dimasak dengan rempah dari Indonesia. Ia menyebut, lebih baik tidak memasak, daripada dipaksakan tanpa bumbu dari Indonesia, karena hasilnya tidak akan bagus.
Chef Umar juga menceritakan, belum lama ini dirinya mengikuti ajang Festival Food International di Madinah dan masakan Indonesia berupa bakso dan rendang, yang berhasil menjadi juara kedua mengalahkan masakan dari 80 negara lainnya.
"Juara pertama dari India dengan Nasi Biryani-nya dan juara kedua masakan dari Indonesia yakni Bakso dan Rendang. Allhamdulillah, masakan kami bisa menjadi obat perindu WNI di Arab Saudi," kata chef asal Cilacap, Jawa Tengah ini.
Chef Umar mengaku sudah berkecimpung dengan dunia masak sejak kelas dua SD, karena membantu ibunya yang berjualan di kantin sekolah, bekerja di kaki lima, kafe hingga menjadi chef di hotel dan restoran.
"Mimpinya bisa membuat masakan yang bisa dirasakan semua kalangan. Saya ingin buat masakan versi kelas menengah ke atas, tetapi bisa dirasakan semua kalangan. Bahkan jika tidak bisa bayar, bisa gratis,” paparnya.
Tidak hanya bumbu yang didatangkan dari Indonesia, di Medina Asian Restaurant, total memiliki empat chef yang seluruhnya dari Indonesia. Begitu juga para pramuniaganya, dari total 12 pramuniaga, semuanya asli Indonesia.
Keberhasilan masakan Indonesia diterima di Arab Saudi, menjadikan Medina Asian Restaurant juga akan membuka cabang di Pintu 338 Masjid Nabawi, di Riyadh dan Makkah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Medina-Asian-Restaurant.jpg)