Jumat, 24 April 2026

Berita Surabaya

Sosok Terduga Teroris di Kalimas Madya Surabaya Drop Out dari Kampus Negeri

Terduga teroris berinisial ABU (52) yang ditanggkap anggota Densus 88 di Jalan Kalimas Madya Surabaya dikenal pendiam dan jarang bersosialisasi

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: irwan sy
Istimewa
Densus 88 Antiteror Mabes Polri saat melakukan pengamanan depan rumah ABU, selama proses penggeledahan dan penyitaan pada Jumat (2/6/2023). 

SURYA.co.id, SURABAYA - Terduga teroris berinisial ABU (52) yang ditanggkap anggota Densus 88 di Jalan Kalimas Madya Surabaya, Jumat (3/5/2023), dikenal pendiam dan jarang bersosialisasi dengan tetangga. 

Seorang tetangga ABU, Ismail, mengatakan dirinya jarang berkomunikasi dengan ABU, namun lebih sering dengan kakak kedua ABU bernama Said Umar.

Itupun hanya berkomunikasi secara singkat, dan sebatas bertegur sapa saat tak sengaja berpapasan saat dirinya melintas di jalan bertemu dengan Said Umar.

"Keseharian gak tahu. Kalau sama kakaknya sering. Tapi cuma ngobrol biasa soal minyak wangi biasanya. Ya kalau akrab engga. Cuma kalau ketemu di jalan ya nyapa. Kita engga ngobrol panjang," ujar Ismail saat ditemui awak media di lokasi, Sabtu (3/6/2023) malam. 

ABU disebut tak pernah menghadiri undangan perkumpulan warga setempat.

Ismail mengatakan dirinya dan warga setempat tak terlalu mengetahui aktivitas keseharian ABU. 

"Kadang berada di rumah. Terkadang, memang tampak bepergian keluar. Tidak jelas dan tak pasti. Namun, ABU diketahui tinggal bersama istri, kelima anaknya, dan saudaranya. Anaknya masih kecil-kecil," pungkasnya. 

Hal senada juga diungkap oleh Ketua RT 02 Nyamplungan, M Abri, bahwa sosok ABU dikenal cenderung pendiam, tertutup dan jarang bersosialisasi. 

"Orangnya ya nyapa. Tapi dia tidak bicara sama orang. Memang temannya ya jihad-jihad itu. Ya keluarga saya yang meninggal di Suriah itu, temannya dia. Iya kumpul sama dia," ujarnya saat ditemui awak media di kediamannya, Sabtu (3/6/2023) malam. 

Abri menuturkan dirinya tidak mengetahui sama sekali pekerjaan dari ABU selama ini. 

Saat penggeledahan yang dilakukan anggota kepolisian, dan dirinya diminta sebagai saksi dalam proses hukum tersebut. 

Abri mengaku sempat menyimpulkan bahwa ABU bekerja sebagai penjual parfum. 

Pasalnya, ia sempat melihat ada temuan tas yang akan disita oleh petugas, namun urung, karena, istri ABU bilang bahwa isi dari tas tersebut hanya parfum. 

"Kemarin kan digeledah juga ada tas. Kata istrinya isinya parfum. Mungkin dia jual parfum," katanya. 

Berdasarkan informasi informasi yang diketahuinya, selama ini ABU tidak pernah melakukan aktivitas penghimpunan massa; mengundang teman-temannya di dalam rumah. 

Namun, sejumlah sumber yang diperolehnya, lanjut Abri, bahwa sosok ABU kerap bertemu teman-temannya di salah satu toko kawasan Jalan Sasak, Surabaya

"Kumpulannya di Jalan Sasak itu. Di situ ada toko gitu. Nongkrong di situ. Kalau di sini gak ada. Dia kurang diminati mungkin ya. Orang kurang tertarik. Kalau ditempat lain. Dia berbicara. Dia sempat dipanggil ustad," ungkapnya. 

Mengenai pendidikan ABU, setahu Abri, sosok ABU memiliki usia relatif sama dengan dirinya.

Ia mengetahui informasi bahwa ABU sempat mengenyam bangku perkuliahan jurusan teknik kimia di salah satu kampus teknik negeri di Surabaya, tahun 1998 silam. 

"Dia kan dulu pernah kuliah teknik kimia. Setelah itu keluar, mungkin enggak kuat dia," jelasnya. 

"Sekeluarga itu, anak pertama kuliah di IPB. Anak kedua, enggak kuliah. Anak ketiga, kuliah. Anak keempat ya dia. Anak kelima, adiknya dia ini, fathi kalau gak salah. Dia enggak tahu ke mana, hilang istilahnya. Sejak tahun sekitar 1998, ya sekitar itu. Ceritanya memang sempat buka toko. Tapi hilang, enggak tahu ke mana," tambahnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved