Berita Surabaya

KPK Temukan Oknum akan Gunakan Nama Wali Kota Surabaya untuk Pungli, Ini Kata Eri Cahyadi

Temuan tersebut disampaikan Wali Kota setelah pihaknya bertemu pada acara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

surya.co.id/bobby kolloway
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memberikan pengarahan kepada jajarannya di Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan ada yang menggunakan namanya untuk kepentingan pribadi seperti pungutan liar (pungli).

Menanggapi hal ini, Wali Kota tegas akan menyerahkan ke penegak hukum.

Temuan tersebut disampaikan Wali Kota setelah pihaknya bertemu pada acara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Usai pertemuan ini, KPK menyampaikan ada oknum di Pemkot yang diduga akan bermain-main dengan pungli.

"Kemarin ada acara KPK terkait dengan (pengelolaan) aset. Setelah acara KPK, saya dibisiki, pak ojok main-main nang Suroboyo (pak jangan main-main di Surabaya). Karena ada yang main-main alasannya menggunakan namanya Pak Wali Kota," kata Cak Eri Cahyadi di Surabaya.

Menanggapi temuan ini, pihaknya lantas mengumpulkan jajarannya pertengahan pekan ini.
Ia mewanti bawahannya untuk menghindari perbuatan melanggar hukum seperti melakukan pungli.

Apalagi dengan menggunakan nama Wali kota. "Kalau itu terjadi dan ada apa-apa, silahkan tanggung sendiri. Makanya sebelum itu terjadi tolong berhenti, sampean (Anda) punya anak istri. Kalau sudah itu terjadi, remek sampean (hancur anda)," katanya mengingatkan bawahannya.

Wali Kota Eri menegaskan, ia tak pernah menyuruh seseorang atau pejabat pemkot menyetorkan uang kepadanya.

Karena itu, ia memastikan tak segan untuk melaporkan sendiri apabila ada jajarannya yang masih nekat melakukan tindakan pungli.

"Lek sampean lakoni itu (kalau Anda melakukan itu), kecekel (tertangkap) silahkan. Karena itu sudah urusannya sampean (Anda), bukan urusannya saya," tegasnya.

"Saya sudah mengingatkan di sini, saya tidak pernah memerintahkan seperti itu. Yang kedua saya tidak pernah minta uang sedikitpun dari sampean (Anda) untuk diri saya," sambungnya.

Pemkot hingga saat ini konsisten untuk memerangi praktik korupsi, termasuk pungli.
Bekerja sama dengan seluruh penegak hukum, Wali Kota berkomitmen untuk mewujudkan pelayanan pemerintah yang bersih dan transparan.

Selain itu, Wali Kota Eri mengingatkan jajarannya untuk menggunakan prinsip hidup sederhana. Bukan hanya pribadi, namun juga keluarga.

Ia mencontohkan beberapa kasus yang viral di media sosial. Karena fasilitas yang diberikan orang tua, sang anak berperilaku berlebihan hingga viral dan merugikan banyak pihak.

Halaman
12
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved