Ibadah Haji 2023

Resep Panjang Umur Mbah Akad, Jamaah haji Tertua Dari Tulungagung Yang Berusia 103 Tahun

Mbah Akad, demikian panggilannya, masih terlihat kuat beraktivitas. Jalannya masih lincah dan tidak punya riwayat penyakit berat.

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
surya/david yohanes
Akad Poncokarto Poncorawi (103), seorang CJH haji tertua dari Kabupaten Tulungagung. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Jumlah calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Tulungagung tahun 1444 Hijriyah atau 2023 ada sebanyak 1.170 orang. Dari jumlah ini, ada seorang jamaah istimewa bernama Akad Poncokarto Poncorawi karena sudah siap memenuhi impiannya berhaji ke Tanah Suci Makkah, di usianya yang ke-103 tahun.

Meski usianya sudah melewati satu abad, kakek dengan 8 cucu dan 8 buyut ini masih terlihat bersemangat. Mbah Akad, demikian panggilannya, masih terlihat kuat beraktivitas. Jalannya masih lincah dan tidak punya riwayat penyakit berat.

Karena cuaca di Arab Saudi sekarang sedang panas-panasnya, maka ibadah haji nanti dipastikan menguras fisik. Namun Mbah Akad mengaku sudah melakukan persiapan sebelum berangkat menunaikan ibadah haji.

"Semuanya sudah komplet, sudah siap semua," ucapnya, saat ditemui di sela acara pemberangkatan CJH di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Tulungagung.

Mbah Akad mengaku sudah mendaftar sejak 2016. Namun ayah 7 anak ini tidak tahu berapa total biaya haji yang dibayarkan, karena semua ditanggung anak perempuan keduanya.

Mbah Akad tinggal berangkat setelah semua pembiayaan dibayar oleh anaknya. "Berangkatnya juga sama anak perempuan kedua saya. Biayanya juga tidak tahu berapa," ucap Mbah Akad terkekeh.

Untuk menyambut ibadah haji, Mbah Akad mengaku tidak ada persiapan khusus. Hanya setiap pagi hari rutin berolah raga jalan kaki, agar kondisi fisiknya terjaga.

Sebelumnya mbah akad mengaku beraktivitas mencari pakan ternak. "Tetapi sudah tiga tahun ini saya sudah berhenti, sudah tidak beraktivitas lagi," ucapnya dalam Bahasa Jawa.

Ditanya resepnya panjang umur, kakek yang ramah ini mengaku arus berlaku sabar. Bukan sekedar sabar, namun juga harus berani mengalah jika ada masalah dengan orang lain.

Dari sisi makanan, Akad mengaku tidak pernah pilih-pilih apa yang dikonsumsinya. "Nasi thiwul, ampok semua dimakan. Lauknya apa saja seadanya," tandas Mbah Akad. ****

Sumber: Surya
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved