Senin, 13 April 2026

Berita Kediri

Datangi Pabrik Rokok, Bupati Kediri Bantu Penanganan Pengobatan Anak Pekerja

"Sekarang 1.400-an (pekerja) ini ada yang mau sambat atau minta bantuan tidak," kata Mas Dhito diikuti suara riuh pekerja.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya.co.id/didik mashudi
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana mengunjungi pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT Karyadibya Mahardhika di Desa Pelem, Kecamatan Pare, Selasa (16/5/2023). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana menerima keluhan dari pekerja pabrik rokok saat melakukan kunjungan di pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT Karyadibya Mahardhika di Desa Pelem, Kecamatan Pare, Selasa (16/5/2023).

Dalam kunjungannya, Mas Dhito sapaan akrab Bupati Kediri, tidak menyia-nyiakan waktu untuk menyerap aspirasi warganya. Di hadapan ribuan pekerja, Mas Dhito memberi waktu bagi mereka jika ada yang ingin menyampaikan keluhan.

"Sekarang dari 1.400-an (pekerja) ini ada yang mau sambat atau minta bantuan tidak," kata Mas Dhito diikuti suara riuh pekerja.

Mendengar hal itu, beberapa pekerja mengangkat tangan dan satu per satu maju ke depan untuk menyampaikan keluhannya kepada Mas Dhito. Seperti Winingsih, pekerja asal Desa Sekaran, Kecamatan Kayen Kidul yang menceritakan anaknya yang kini berusia 3 tahun memerlukan penanganan operasi bedah plastik.

Awalnya Ningsih pernah membawa anaknya ke RS Simpang Lima Gumul, meski telah dilakukan pemeriksaan, namun anaknya belum bisa dioperasi karena dokter bedah plastik pindah tugas.

"Sekarang sudah saya bawa ke RS Dr Soetomo tetapi menunggu dari sana lama, jadi saya minta di RS Simpang Lima Gumul diadakan lagi dokternya," pinta Ningsih.

Mendengar keluhan warganya, Mas Dhito meminta jajarannya untuk dihubungkan kepala Dinas Kesehatan untuk menindaklanjuti dan melakukan penjemputan. Mas Dhito mengaku secepatnya akan membantu penanganan operasi anak pekerja itu.

"Hari ini atau besok segera kita bawa ke rumah sakit untuk operasi, dinas kesehatan atau perwakilan dari RS SLG antarkan untuk segera dioperasi secepat mungkin nanti biayanya biar kita yang cover," jawab Mas Dhito.

Respon cepat dari Mas Dhito langsung direspon tepuk tangan dari ribuan pekerja. Winingsih sendiri mengaku tidak menduga, kehadiran Mas Dhito di pabrik tempatnya bekerja itu memberi kabar baik bagi dirinya. "Alhamdulilah sangat senang sekali, responnya Mas Dhito sangat cepat, langsung tanggap," ucap Winingsih.

Sementara pekerja lain, Indri memiliki permasalahan anaknya yang mengidap cerebral palsy dan harus menjalani terapi rutin. Proses terapi yang semula sekali dalam satu pekan kini harus naik dua kali. Hal itu menyulitkan baginya sebab di sisi lain ia harus bekerja dan terkendala dalam membagi waktu.

Terhadap permasalahan yang dialami pekerja itu, Mas Dhito menyampaikan pihaknya akan membantu membelikan peralatan untuk terapi anak Indri. Di sisi lain, Mas Dhito juga mengapresiasi semangat Indri untuk tetap bekerja.

"Luar biasa ibu-ibu ini yang anaknya berkebutuhan khusus tetapi masih punya semangat kerja. Hal-hal seperti ini yang harus diapresiasi oleh pemerintah, pemerintah harus hadir," tegas Mas Dhito.

Ada empat warga yang menyampaikan keluhan secara beragam dan saat itu pula dibantu Mas Dhito. Bupati Kediri itu meminta warganya untuk berani menyampaikan keluhan atau aspirasi kepada pemerintah.

"Kalau punya masalah jangan sungkan, jangan pernah malu atau takut untuk menghubungi kami yang ada di Pemerintah Kabupaten," ujar Mas Dhito. ******

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved