Grahadi

Pemprov Jatim

6.141 Guru Honorer di Jatim Lolos Passing Grade, Diajukan Gubernur Khofifah untuk Diangkat Jadi PPPK

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajukan 6.141 guru honorer Jatim yang telah lolos passing grade untuk diangkat menjadi PPPK

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Istimewa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajukan 6.141 guru honorer Jatim yang telah lolos passing grade untuk diangkat menjadi PPPK. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajukan 6.141 guru honorer Jatim yang telah lolos passing grade untuk diangkat menjadi PPPK.

Pengajuan itu, dilakukan Gubernur Khofifah langsung kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas.

Ditegaskan Khofifah, pengajuan itu sebagai wujud komitmen nyata Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) untuk menuntaskan Guru Lolos Passing Grade dalam usulan formasi PPPK Tahun 2023.

"Kami akan tuntaskan 6.141 Guru yang Lolos Passing Grade untuk diusulkan tahun 2023 ini. Semoga ini menjadi ikhtiar kita untuk memberikan kepastian status kepegawaian kepada para Guru", ungkap Khofifah, Selasa (9/5/2023).

Lebih lanjut ditegaskannya, total formasi PPPK yang diajukan ada sebanyak 8.024. Jumlah itu terdiri atas PPPK Guru sebanyak 6.141 dan PPPK Non Guru sebanyak 1.883. Jumlah PPPK non guru itu terdiri dari 1.133 Tenaga Kesehatan dan 750 Tenaga Teknis.

Berdasarkan Peraturan Menteri PAN RB No. 20 Tahun 2022 tentang Pengadaan PPPK untuk Jabatan Fungsional Guru pada Instansi Daerah Tahun 2022, dinyatakan bahwa rekrutmen PPPK Guru dilakukan dengan mekanisme prioritas bagi guru yang telah lolos Passing Grade pada seleksi PPPK Tahun 2021 dengan urutan Eks THK-II, Guru Honorer Negeri, Lulusan Pendidikan Profesi Guru dan Guru Honorer Swasta.

Dengan demikian, apabila tersedia formasi, seluruh guru Lolos Passing Grade tersebut bisa diangkat sebagai PPPK.

Khofifah mengungkapkan, komitmen pengajuan guru menjadi PPPK ini merupakan bentuk terima kasih teruntuk para guru, pahlawan tanpa tanda jasa yang telah mengabdi dan berjuang untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa.

Terlebih, melalui perjuangan para guru itulah, sebut Khofifah, selama empat tahun berturut-turut lulusan SMA/ SMK Jatim berada di peringkat pertama nasional diterima Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tanpa tes melalui Seleksi Nasional Bedasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2023.

“Terima kasih, para guru sudah melakukan banyak ikhtiar, membawa harum nama sekolah, Jawa Timur dan Indonesia. Betapa tidak, selama 4 tahun berturut-turut sejak tahun 2020 - 2023 siswa-siswi di Jatim diterima di PTN negeri tertinggi tanpa tes di antara provinsi lain se-Indonesia,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Khofifah juga menyampaikan terima kasih atas peran para guru mengharumkan nama sekolah, nama provinsi Jawa Timur dan nama Indonesia melalui berbagai prestasi di banyak kejuraan bidang pendidikan.

“Semoga ini menjadi bagian penguat semangat untuk tetap memberikan yang terbaik untuk masyarakat, bangsa dan negara. Utamanya untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa di Jawa Timur," pungkasnya.

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved