Berita Gresik
Dekranasda Gresik dan PT Smelting akan Bawa 10 Desain Batik Gresik Tampil di Luar Negeri
Dekranasda Gresik menjalin kerja sama dengan PT Smelting untuk membawa 10 desain batik asal Gresik ke luar negeri.
Penulis: Willy Abraham | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | GRESIK - Pemkab Gresik bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Gresik menjalin kerja sama dengan PT Smelting untuk membawa 10 desain batik asal Gresik ke luar negeri.
Desain batik itu merupakan karya desain motif batik terbaik dari lomba yang diadakan Dekranasda beberapa tahun silam.
Selanjutnya, motif-motif batik tersebut akan diaplikasikan dalam sebuah lembar kain yang nantinya akan di branding sebagai batik khas atau unggulan Gresik.
"Mudah-mudahan lewat momen ini, Kabupaten Gresik bisa memiliki motif batik yang benar-benar menjadi ciri khas Kabupaten Gresik," ujar Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.
Ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini Ali Ahmad Yani mengatakan, dukungan PT Smelting sejalan dengan fungsi dan peran dari Dekranasda, yaitu untuk melestarikan budaya, bangsa, tradisi, dan mengangkat kekayaan/potensi daerah melalui pengembangan dan pemberdayaan industri kecil dan menengah di Kabupaten Gresik.
"Hari ini merupakan awal yang baik, dengan kita bersama-sama untuk mencapai harapan besar bagi masyarakat khususnya perajin batik di Gresik untuk lebih berdaya saing. Kami sangat mengapresiasi bentuk dukungan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga terbangun ekosistem pemberdayaan industri kecil menengah dan perajin batik di Kabupaten Gresik yang mengglobal," jelas Ning Nurul.
Terpisah, Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Smelting Irjuniawan P Radjamin mengatakan, MoU ini adalah momen bersejarah, di mana smelting bersama Dekranasda akan mengembangkan batik khas Gresik.
"Harapannya tentu dapat mengungkit ekonomi masyarakat yang terlibat, seperti UMKM yang kami ikutkan di pameran di Jepang, dan mendapatkan kontrak Rp 28 Miliar," kata Irjuniawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ketua-dekranasda-gresik-nurul-haromaini-ali-ahmad-yani-saat-melihat-batik.jpg)