Pembunuhan Berantai Mbah Slamet
SOSOK Dokter Hastry yang Kuak 8 Identitas Korban Pembunuhan Berantai Mbah Slamet, Ahli Forensik Top
Dokter Hastry menjadi sorotan saat ramai kasus pembunuhan berantai dukun pengganda uang Mbah Slamet. Berikut ini sosoknya!
SURYA.co.id - Nama Kombes Pol Dr dr Sumy Hastry Purwanti atau Dokter Hastry saat ramainya kasus pembunuhan berantai dukun pengganda uang Tohari (45) alias Mbah Slamet.
Dokter Hastry yang kini menjabat sebagai Kabid Dokkes Polda Jateng, bertanggungjawab untuk mengindentifikasi jasad-jasad korban pembunuhan berantai Mbah Slamet.
Seperti diketahui, hingga kini ditemukan 12 jasad korban pembunuhan berantai Mbah Slamet, delapan di antaranya berhasil diidentifikasi Dokter Hastry dan tim-nya.
Dokter Hastry menjelaskan, jenazah tersebut teridentifikasi dari gigi dan properti yang digunakan.
Berikut daftar korban yang teridentifikasi:
Baca juga: Sosok Ibu dan Anak Diduga jadi Korban Dukun Pengganda Uang Banjarnegara, Hilang sejak 2021
1. Paryanto (53), warga Sukabumi, Jawa Barat.
2. Irsad (43), warga Pesawaran, Lampung.
3. Wahyu Triningsih (), warga Pesawaran, Lampung.
4. Mulyadi Pratama (46), Palembang, Sumatera Selatan.
5. Theresia Dewi (49), warga Magelang, Jawa Tengah.
6. Okta Ali (33), warga Magelang, Jawa Tengah.
7. Suheri, warga Pesawaran, Lampung.
8. Riani, warga Pesawaran, Lampung.
"Theresia Dewi dan Okta Ali merupakan anak dan ibu," jelas Hastry.
Seperti diketahui, Theresia dan Okta yang tinggal di Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang menghilang sejak November 2021 yang lalu.
Hilangnya ibu dan anak tersebut mulai terkuak setelah munculnya kasus pembunuhan oleh Mbah Slamet.
Yusuf meyakini bahwa adik dan keponakannya tersebut menjadi korban Mbah Slamet setelah melihat sejumlah barang bukti.
Di antaranya jam tangan, kunci mobil, dan jaket ormas Pemuda Pancasila dengan label nama Okta.
"Barang buktinya itu sudah identik.
Saya lihat jam tangan adik saya itu.
Jaket Pemuda Pancasila, ada label nama yang tertulis nama Okta.
Lalu, kunci mobil yang masih ada di dalam saku celana.
Untuk mobilnya sampai sekarang belum diketahui masih dalam penyelidikan," ungkapnya dikutip dari TribunJogja.com.
Terkait temuan tersebut, dia telah diminta kepolisian Banjarnegera untuk menjalani proses DNA, pada Jumat (7/4/2023) lalu.
"Saya ke sana diambil sampel DNA-nya. Sedangkan untuk Okta, Bapaknya (suami pertama Theresia Dewi) sudah diambil tes DNA nya juga, kemarin Sabtu (8/4/2023)," ujarnya.
Sosok Dokter Hastry

Nama Dokter Hastry sebelumnya menjadi sorotan saat dia mengautopsi korban pembunuhan ibu dan anak di Subang, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu.
Sayangnya, hasil temuan Dokter Hastry tidak bisa membuat Polda Jabar segera menetapkan tersangka sampai saat ini.
Lantas, seperti apa profil dan biodatanya?
Wanita kelahiran 23 Agustus 1970 ini merupakan seorang perwira menengah Polri yang sejak 1 Juni 2021 mengemban amanat sebagai Kabid Dokkes Polda Jateng.
Dikutip dari Kompas.com, Sumy Hastry kerap kali mendapat tugas dalam kasus atau insiden besar, di antaranya Bom Kedutaan Besar Australia di Jakarta (2004), kecelakaan pesawat Mandala di Medan (2005), dan bom Bali II (2005).
Kemudian, ia juga menangani bencana gempa bumi Yogyakarta (2006), bom Hotel JW Marriott, Jakarta (2009).
Ia juga melakukan identifikasi jenazah teroris Noordin M Top (2009), gempa bumi Padang, Sumatera Barat (2009), dan kecelakaan pesawat Sukhoi SSJ-100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat (2012).
Bahkan, perwira polisi ini juga pernah dua bulan penuh bertugas mengidentifikasi korban pesawat AirAsia QZ 8501 pada tahun 2015.
Ia merupakan Polwan pertama di Asia yang bergelar Doktor Forensik, melansir dari Wikipedia.
Saat ini, Sumi menjabat sebagai kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Prof. Awaloeddin Djamin Semarang.
Sebelumnya, pada 2019, Sumi pernah mengemban jabatan sebagai kepala Instalansi Forensik RS Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto.
Berikut riwayat jabatan lengkapnya:
- 1999: PASI POLIPOL DIS DOKKES POLDA JATENG
- 2003: PAMA BID DOKKES POLDA JATENG
- 2005: KAUR DOKKES POLWILTABES SEMARANG
- 2008 KAUR DOKKES POLWILTABES SEMARANG (KUKUH)
- 2010: PAMEN POLDA JATENG (LULUSAN DIK SELAPA)
- 2010 SMF RUMKIT BHAYANGKARA TK III SEMARANG
- 2011: KAUR DOKSIK SUBBID DOKPOL BID DOKKES POLDA JATENG
- 2012: KASUBBID DOKPOL BID DOKKES POLDA JATENG
- 2017: KABIDDOKKES POLDA NTB[4]
- 2018: KASUBBIDOKSIK YAN DOKPOL RS. BHAYANGKARA TINGKAT I RADEN SAID SUKANTO
- 2018: AHLI UTAMA RS. BHAYANGKARA TINGKAT I RADEN SAID SUKANTO
- 2019: KA INSTALASI FORENSIK RS. BHAYANGKARA TINGKAT I RADEN SAID SUKANTO[5][6]
- 2020: KEPALA RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TINGKAT II PROF. AWALOEDDIN DJAMIN SEMARANG[7]
- 2021: KABIDDOKKES POLDA JATENG. (kompas.com/tribun jogja)
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Ibu dan Anak Asal Magelang Diduga Jadi Korban Mbah Slamet, Jaket Pemuda Pancasila Jadi Petunjuk
>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.