Berita Olahraga

Jatim Hanya Berangkatkan Atlet Peraih Emas dan Perak Pra PON 2023 ke Sumut dan Aceh

KONI Jawa Timur melakukan seleksi ketat dalam memberangkatkan atlet-atlenya ke Pekan Olahraga Provinsi (PON) XXI/2024 di Sumatera Utara dan DI Aceh

Editor: Fatkhul Alami
Dok Surabaya.Tribunnews.com
Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil menjelaskan hanya atlet juara dan runner up Pra PON 2023 yang akan berangkat ke PON 2024 di Sumatera Utara (Sumut) dan DI Aceh 

 

SURYA.co.id | SURABAYA - KONI Jawa Timur melakukan seleksi ketat dalam memberangkatkan atlet-atlenya ke Pekan Olahraga Provinsi (PON) XXI/2024 di Sumatera Utara dan DI Aceh. Hanya atlet peraih juara dan runner up Pra-PON 2023 yang berhak berangkat ke PON 2024.

Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil meminta, semua cabang olahraga (Cabor) yang menjalani Puslatda supaya atletnya serius dalam berlatih dan fokus menyambut Pra-PON 2023.

Muhammad Nabil mengatakan, menyambut PON XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara pihaknya sangat selektif untuk memberangkatkan atlet. Hhanya akan mengirim atlet yang meraih emas dan perak di Pra PON.

Karena anggaran yang minim, KONI Jatim hanya merekrut atlet-atlet yang benar-benar memiliki prestasi dan peluang besar meraih emas. Terutama, paling dekat adalah Pra PON.

"Yang kami fasilitasi adalah yang punya trek rekord meraih emas atau perak di PON Papua, kemudian emas dan perak di kejurnas dan atlet Pelatnas," jelas Nabil dalam rilis tertulis dari Humas KONI Jatim, Rabu (5/4/2023).

"Dengan berat hati, untuk atlet yang meraih perunggu tidak akan kami berangkatkan," sebut Nabil.

Kondisi anggaran yang seret membuat KONI, kata Nabil, harus melakukan penyesuaian anggaran untuk Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jatim. Terutama masalah bantuan keuangan atlet.

Selain itu, ia juga memohon maaf karena tidak ada program try out ke luar negeri seperti sebelumnya.

Sedangkan peralatan akan diberi jika memang mendesak untuk diganti sesuai umur peralatan.
Dengan anggaran minim, KONI Jatim berusaha memaksimalkan potensi yang ada untuk mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi.

"Jadi kami tidak bicara try out maupun training camp luar negeri. Tapi seleksi awal harus dilakukan pengetatan saat berangkat ke Pra PON. Yang jelas kalau perunggu tidak kita berangkatkan sebagai peserta PON," kata pria yang pernah jadi Komisioner KPU Jatim itu.

Kendati demikian, ia berpesan kepada seluruh atlet dan pengurus cabang olahraga untuk tetap semangat mempersiapkan diri untuk menunjukkan prestasi terbaiknya.

"Hari ini harus yakin, harus optimistis tidak boleh mengurangi nyali dan semangat kita untuk mempersiapkan diri dan bertanding nanti," pinta Nabil.

Seperti diketahui, hibah untuk KONI Jatim di tahun 2023 hanya sebesar Rp55 miliar. Dan ini jauh dari cukup untuk persiapan PON XXI 2024.

Sementara ini ada sebanyak 751 atlet, 115 pelatih dan 17 mekanik yang masuk Puslatda berlaku mulai Januari 2023 hingga berakhirnya Pra PON nanti.

Sesuai jadwal yang sudah dirilis KONI Pusat, bulan September adalah batas akhir penyelenggaraan Pra PON. Jumlah atlet ini bahkan bisa bertambah.

Khusus untuk Pra PON semua atlet termasuk non Puslatda akan dibantu pembiayaan untuk berangkat.

Dan yang paling penting pada Pra PON nanti, KONI Jatim menargetkan harus juara bukan hanya sekadar lolos.

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved