Kamis, 23 April 2026

Berita Jember

Digulung Ombak dan 3 Hari Hanyut di Laut Selatan Jember, Pemancing Ditemukan Meninggal Dunia

3 hari hanyut di laut selatan, jasad pemancing yang tergulung ombak di Pantai Rowo Cangak Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, sudah ditemukan.

Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Cak Sur
Istimewa
Proses evakuasi jasad pemancing yang hanyut usai tergulung ombak di Pantai Rowo Cangak, Jember, Selasa (4/4/2023) dini hari. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Jasad Yudi (56), pemancing yang hanyut usai digulung ombak di Pantai Rowo Cangak, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, telah dibawa pulang ke rumah keluarga pada Selasa (4/4/2023) dini hari.

Korban diketahui hanyut sejak Sabtu (1/4/2023) sore, dan baru ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Selasa (3/4/2023) pukul 22.00 WIB.

Warga Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, itu ditemukan mengapung di tengah laut sejauh tiga kilometer dari bibir pantai selatan.

Ketua Baret Rescue Nasdem Jember, David Handoko Seto mengatakan jasad korban dievakuasi ke pinggir laut, kemudian dibawa ke Puskesmas Ambulu.

"Setelah mendapatkan persetujuan keluarga, akhirnya jenazah korban dibawa pulang ke rumah keluarga untuk dimakamkan," ujarnya.

Menurutnya, kondisi sekujur tubuh korban saat ditemukan sedikit mengalami bengkak. Karena memang selama tiga hari terendam air di tengah laut.

"Karena tiga hari hanyut di laut, jadi saat ditemukan tubuhnya mengembang, kalau kata orang Jawa 'aboh', atau lebam lah," imbuh David.

David mengungkapkan, korban tenggelam ketika memancing di Pantai Rowo Cangak bersama dua orang temannya.

"Saat ketiganya memancing, tiba-tiba ada ombak besar menggulung tiga orang ini. Dua orang selamat, namun korban terseret ombak hingga ke tengah laut dan baru ditemukan tadi malam," ungkapnya.

Atas peristiwa tersebut, David mengimbau agar masyarakat berhati-hati saat berada di area pantai, karena besar kecilnya ombak tidak bisa diprediksi.

"Meskipun mau refresing, carilah tempat yang aman. Bagi bapak ibu yang suka memancing, jangan memancing di bibir pantai, karena tidak ada yang tahu seberapa besar ombak yang bakal menghampiri saat di pantai," kata pria yang juga Sekretaris Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember ini.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved