Selasa, 14 April 2026

Doa Nabi Yunus untuk Hajat Mendesak Arab, Latin dan Terjemahan

Doa Nabi Yunus berikut adalah salah satu doa yang dipercaya menjadi amalan agar terbebas dari hajat mendesak.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
Freepik via Tribunnews.com
bacaan doa nabi yunus untuk hajat mendesak 

SURYA.CO.ID - Doa Nabi Yunus berikut adalah salah satu doa yang dipercaya menjadi amalan agar terbebas dari hajat mendesak.

Mulanya Nabi Yunus berdakwah kepada suatu kaum, meskipun sudah berjuang habis-habisan agar mereka beriman kepada Allah, namun tak kunjung membuahkan hasil bahkan terdapat perlawanan.

Nabi Yunus yang kecewa dan putus asa lalu berdoa kepada Allah agar menurunkan azab untuk kaumnya, melansir buku Rahasi Agar Doa Mustajab

Setelah berdoa meminta azab kepada Allah, Nabi Yunus meninggalkan mereka dengan menyebrangi lautan.

Kapal yang ditumpangi Nabi Yunus tiba-tiba terkena badai dan hampir tenggelam. Pengemudi kapal memutuskan untuk melakukan undian dan harus ada seorang yang meninggalkan kapal.

Atas izin Allah SWT, nama Nabi Yunus lah yang keluar sebanyak 3 kali sehingga ia menceburkan diri ke laut.

Dan tepat pada saat itu, Allah memerintahkan seekor ikan paus Nun menelan Nabi Yunus.

Melansir buku Dahsyatnya Doa Para Nabi, Nabi Tunus merasa sesak terus berada di dalam perut ikan paus Nun.

Nabi Yunus merasa sedih dan memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa dan tindakan yang salah karena meninggalkan kaumnya, dan muali berdoa kepada Allah.

Bacaan Doa Nabi Yunus

Doa Nabi Yunus terdapat pada Firman Allah SWT dalam Al Qur'an Surat Anbiya ayat 87 berikut:

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Laa ilaaha illa Anta, subhanaka innii kuntu minaz zalimim.

Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim” (QS Al-Anbiya’ 87).

Buya Yahya dalam ceramahnya di akun YouTube Al Bahjah TV menyampaikan adapun ketika dalam keadaan sulit atau kesusahan yang diperlukan umat Muslim adalah menghadap kepada Allah SWT.

"Di saat anda mengadu kepada Allah, anda yakin Allah mendengar dan Allah mengabulkan. Keyakinan itu menjadikan anda tidak pernah putus asa dalam berdoa," jelas Buya Yahya memberikan saran, dikutip Surya Online Rabu (29/3/2023).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved