Berita Pasuruan

Polisi Gerebek Rumah Pembuat Petasan di Gempol Pasuruan, Sita Petasan Siap Edar dan Bahan Petasan

Satreskrim Polres Pasuruan menggerebek sebuah rumah di Gempol, Dusun Talang, Desa Wonosari, Kecamatan Gempol

Penulis: Galih Lintartika | Editor: irwan sy
Polres Pasuruan
Satreskrim Polres Pasuruan menggerebek sebuah rumah tempat pembuatan petasan ilegal di Gempol, Dusun Talang, Desa Wonosari, Kecamatan Gempol, Rabu (22/3/2023) sore. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Satreskrim Polres Pasuruan menggerebek sebuah rumah di Gempol, Dusun Talang, Desa Wonosari, Kecamatan Gempol, Rabu (22/3/2023) sore.

Rumah yang digerebek itu milik Romli (57).

Yang bersangkutan diduga kuat menyimpan, membuat dan menjual petasan rakitan yang melanggar aturan.

Dari penggerebekan, polisi mengamankan enam kardus rangkaian petasan panjang 5 meter dengan kompisisi rangkaian 200 petasan kecil, tanggung dan besar.

Ada satu plastik besar yang berisikan rangkaian petasan dari ukuran kecil, tanggung dan besar.

Rangkaian petasan ini siap dijual ke para pemesan.

Ada tujuh ikat sumbu jadi, tiga plastik sisa bubuk mercon, tujuh paralon untuk alat gulung kertas bahan mercon, dua besi untuk memasukkan bubuk mercon.

Lalu dua kayu panjang 10 cm untuk alat gulung kertas bahan mercon, dua sendok makan, satu ayakan dan beberapa peralatan pembuat petasan lainnya.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Farouk Ashadi Haiti mengatakan penggerebekan ini berawal dari informasi masyarakat tentang penjualan petasan

“Informasi itu kami kembangkan. Hasilnya, kami temukan informasi yang valid dan kami lakukan penggerebakan di rumah Romli itu,” katanya, Kamis (23/3/2023).

Disampaikannya, dalam penggerebekan itu, anggota menemukan banyak barang bukti yang berkaitan dengan pembuatan dan penjualan petasan.

“Yang bersangkutan kami amankan beserta dengan barang buktinya ke Polres Pasuruan untuk menjalani pemeriksaan,” sambungnya.

Menurut Kasat, ini adalah rangkaian operasi pekat yang menyasar kejahatan-kejahatan yang bisa mengganggu jalannya bulan suci Ramadhan.

“Ini kami masih kami kembangkan. Yang jelas, yang bersangkutan melanggar pasal 1 (satu) ayat 1 (satu) UU Darurat No.12 tahun 1951,” tutupnya.

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved