Breaking News:

Berita Jember

Investasi Bodong Bermodus Arisan Online di Jember, Para Korban Rugi Ratusan Juta Rupiah

Puluhan korban arisan online yang diduga merupakan investasi bodong mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, uang dipakai sang owner

Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Imam Nahwawi
Aulia, member arisan online saat melapor ke Polres Jember, Selasa (21/3/2023). 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Aulia terpaksa harus mendatangi Polres Jember, Jawa Timur, karena telah merasa dirugikan dengan arisan online di media sosial yang diduga merupakan investasi bodong.

Koordinator member arisan online tersebut, melaporkan owner arisan online yang berinisial N dan E, karena telah menipu banyak korban melalui arisan online abal-abal itu.

"Ada 34 korban arisan online bodong yang dikelola N, hingga membuat korban mengalami kerugian sebesar Rp137.626.000," ujar Aulia melalui kuasa hukumnya, Ihya Ulumiddin, Selasa (21/3/2023)

Menurutnya, tiga bulan pertama arisan ini memang berjalan dengan lancar, karena pada bulan ke-3 arisan semua keuntungan dicairkan oleh pelaku.

"Namun saat memasuki bulan ke empat, kondisi mulai macet dan tidak seperti di tiga bulan awal yang lancar dalam memberikan keuntungan," tambah advokat yang akrab disapa Udik ini.

Udik mengungkapkan, para korban telah menanyakan persoalan itu kepada owner dan admin arisan online. Tetapi mereka hanya menjanjikan akan mencairkan minggu depan.

"Awalnya dijawab katanya ada masalah dan korban dijanjikan minggu depan selesai. Namun kenyataannya,  hingga kini tidak ada dan keduanya selalu menghindar,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Udik, ada juga member yang mengucurkan uang sebesar Rp 15.000.000 , agar arisan tersebut bisa berjalan lancar kembali, supaya seluruh peserta bisa merasakan manfaatnya.

”Salah satu member sempat memberikan dana 15 juta kepada N agar dapat berjalan kembali, namun juga tetap tak ada hasil,” ungkapnya.

Para korban, kata Udik, sempat mendesak owner arisan online tersebut agar memberi alasan kepada member mengenai masalah itu. Ternyata pelaku mengakui kalau duit ratusan juta tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Saat didesak, N mengakui bahwa dana yang ada dipakai untuk kepentingan pribad. Hal tersebut sudah di sampaikan kepada penyidik saat pemeriksaan klien saya sebagai pelapor,” imbuhnya.

Sementara itu, Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember, Ipda Bagus Dwi Setiawan mengaku tidak bisa berkomentar lebih banyak mengenai kasus tersebut. Karena belum melihat berkas penyidikannya.

"Saya cek dulu siapa penyidiknya, sejauh mana, baru saya klarifikasi," tanggapnya.

Sekadar informasi, laporan arisan online ini dilaporkan Polres Jember dengan no laporan LM/946/XII/2022/POLRES.JEMBER/RESKRIM pada 3 Desember 2022.

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved