Berita Nganjuk

Pemkab Nganjuk Gelar Musrenbang RKPD 2023, Tentukan Arah Pembangunan Dua Tahun Mendatang

Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) rencana kerja perangkat daerah (RKPD) tahun 2024.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/ahmad amru muis
Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi saat memberikan paparan dalam Musrenbang RKPD tahun 2024 yang digelar di Pendopo KRT Sosrokoesoemo Pemkab Nganjuk. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) rencana kerja perangkat daerah (RKPD) tahun 2024.

Hal itu dilakukan untuk menentukan arah kebijakan pembangunan di Kabupaten Nganjuk dua tahun ke depan.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, RKPD merupakan bank perencanaan bukan bank usulan.

Untuk itu perlu adanya konektivitas serta kolaborasi dalam perencanaan dengan seluruh stakeholder.

"Ada 14 program prioritas Rancangan Akhir RPD tahun 2024-2026, dan itu akan menjadi acuan penyusunan RKPD Kabupaten Nganjuk tahun 2024-2026," kata Marhaen Djumadi, Kamis (16/3/2023)

Dikatakan Marhaen Djumadi, kepada seluruh pemangku kebijakan di Kabupaten Nganjuk pihaknya meminta untuk berpikir secara makro dalam menentukan prioritas-prioritas pembangunan daerah.

Berpikir pembangunan secara makro dengan memperkirakan prioritas apa saja yang harus diselesaikan.

"Target kami di tahun 2022 ini ada 93 infrastruktur yang sudah dibangun, kurang lebih 7 persen infrastruktur yang belum dibangun dan target kami tahun 2023 ini selesai semuanya," ujar Marhaen Djumadi.

Oleh karena itu, diungkapkan Marhaen Djumadi, pihaknya menekankan pembangunan infrastruktur harus terus dilakukan untuk mendorong perekonomian masyarakat Kabupaten Nganjuk, sehingga laju pertumbuhan ekonominya terus meningkat.

Pada tahun 2024 nanti, menurut Marhaen Djumadi, dalam Musrenbang RKPD untuk anggaran infrastruktur agar ditambahkan. Karena insfrastruktur menjadi hajat hidup orang banyak.

Selanjutnya juga pelayanan kesehatan, dikatakan Marhaen Djumadi, kalau dilihat dari total penduduk Kabupaten Nganjuk kurang lebih sebanyak 1.117.033 jiwa dan yang sudah memiliki kartu BPJS kesehatan kurang lebih sebanyak 823 ribu jiwa. Atau ada kekurangan sekitar 294 jiwa yang belum punya BPJS Kesehatan.

"Kami menargetkan semua orang Nganjuk yang sakit sudah tercover BPJS Kesehatan, mudah-mudahan ini disetujui oleh DPRD," tandas Marhaen Djumadi.

Selain itu, ungkap Marhaen Djumadi, pihaknya ingin Nganjuk mempunyai city branding untuk menjadikan Kabupaten Nganjuk semakin dikenal oleh masyarakat luas, baik di dalam maupun luar daerah. Serta meningkatkan branding Agropolitan Nganjuk agar semakin membumi.

"Kami ingin Nganjuk punya branding, kami sudah siapkan city branding untuk Nganjuk agar lebih milenial. Selain itu, untuk Agropolitan yang membumi maka Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan harus menggenjot produk hasil pertanian lebih maksimal," tutur Marhaen Djumadi.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved