Berita Gresik

Kok Bisa? Ratusan Nakes di Gresik Belum Gajian 3 Bulan, Akibat Dinkes Telat Koordinasi ke Pemprov

Tenaga kesehatan honorer ini tersebar di 330 desa dan 26 kelurahan, dan semuanya belum gajian selama hampir tiga bulan

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochammad Sugiyono
Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik di Kompleks Kantor Pemkab Gresik, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Minggu (12/3/2023). 

SURYA.CO.ID, GRESIK – Sulit dibayangkan kalau pelaku pelayanan ke masyarakat bekerja siang malam tetapi belum menerima gaji selama berbulan-bulan. Fakta ini terjadi di Gresik, hanya gara-gara Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik terlambat menjalin kerjasama dengan Dinkes Pemprov Jatim, yang mengakibatkan ratusan honorer tenaga kesehatan (nakes) belum digahi tiga bulan terakhir.

Para nakes itu tersebar di semua Puskesmas Desa (Puskesdes) se-Kabupaten Gresik, tetapi selama itu pula mereka mencoba tetap melayani masyarakat. Bagaimana pun, keterlambatan gaji tersebut menjadi beban para tenaga kesehatan di Puskesdes dan Kelurahan se-Kabupaten Gresik.

Sebab pelayanan kesehatan yang layak dan baik sangat diharapkan oleh masyarakat, tetapi selama hampir tiga bulan sejak tahun baru 2023 sampai Maret 2023, para nakes itu belum juga menerima upah.

“Bagaimana kita bisa melayani masyarakat dengan ikhlas, sementara kami belum menerima bayaran hampir tiga bulan ini,” kata keluarga perawat yang enggan menyebutkan namanya, Minggu (12/3/2023).

Selain mengakibatkan kurang maksimalnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat, keterlambatan gaji tersebut juga membuat kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan kepercayaan kepada Pemkab Gresik serta Pemptov Jatim dalam melayani masyarakat.

Tenaga kesehatan honorer ini tersebar di 330 desa dan 26 kelurahan, dan semuanya belum gajian selama hampir tiga bulan.

“Keterlambatan gaji seharusnya tidak sampai berbulan-bulan. Sebab kita sudah bekerja puluhan tahun, seharusnya sudah dianggarkan di awal tahun. Tidak sampai molor dan mengakibatkan rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap pemda dalam mensejahterakan tenaga kesehatan,” katanya.

Sementara Kepala Dinkas Gresik, dr Muhibatul Husna mengatakan, pihaknya masih mengurus kerjasama dengan Dinkes Jawa Timur. “Kemarin sudah kita ajukan kerjasama dengan Dinkes Jatim," kata Muhibatul.

Atas keterlambatan gaji bagi tenaga kesehatan honorer tersebut, Muhibatul hanya mengaku prihatin dan iba. “Saya juga kasihan. Tetapi kami sedang mengurus kerjasama dengan Dinkes Jatim,” katanya. ****

 

Sumber: Surya
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved