Berita Tulungagung

Kejari Tulungagung Banding Putusan Terdakwa Korupsi Peningkatan Jalan Dinas PUPR Arik Kusumawati

Kejaksaan negeri (Kejari) Tulungagung mengajukan banding atas putusan perkara dengan terdakwa Arik Kusumawati (44).

Penulis: David Yohanes | Editor: irwan sy
Kejari Tulungagung
Terdakwa kasus korupsi peningkatan empat ruas jalan di Dinas PUPR Tulungagung, Ari Kusumawati (43), saat ditetapkan sebagai buron (DPO). 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Kejaksaan negeri (Kejari) Tulungagung mengajukan banding atas putusan perkara dengan terdakwa Arik Kusumawati (44).

Arik adalah terdakwa kasus korupsi peningkatan 4 ruas jalan di Dinas PUPR Tulungagung.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

"Kami telah mengajukan banding atas putusan dengan terdakwa Ari Kusumawati," terang Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung, Ahmad Muchlis.

Lanjut Muchlis, dasar banding ini karena majelis hakim menyatakan terdakwa melanggar pasal 3 Undang-undang Tipikor.

Sementara Muchlis menilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) bisa membuktikan, jika terdakwa melanggar pasal 2 Undang-undang Tipikor.

Ancaman hukuman pasal 2 juga lebih berat dibanding dengan pasal 3.

Pasal 2 diancam dengan pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda minimal Rp 200 juta maksimal Rp 1 miliar

Sementara pasal 3 diancam pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda minimal Rp 50 juta maksimal Rp 1 miliar.

"Dengan pertimbangan tersebut, kami melakukan upaya hukum banding. Kami menilai Jaksa bisa membuktikan jika terdakwa melanggar pasal 2," tegas Muchlis.

Pasal 2 UU Tipikor menekankan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi.

Sementara pasal 3 menekankan menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau karena kedudukan untuk memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi.

Selama  proses banding, maka hukuman Ari belum bisa dieksekusi.

Sebelumnya Ari juga menitipkan uang pengembalian kerugian negara sebesar Rp 2,4 miliar.

Halaman
12
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved