Berita Jember
Bupati Jember Hendy Siswanto Angkat Bicara Tanggapi Tuduhan Peserta Demo Aksi 272
Bupati Jember Hendy Siswanto akhirnya angkat bicara merespons tudingan ratusan warga yang menggelar Demo Aksi 272 di depan Pendapa Wahyawibawagraha.
Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, JEMBER ─ Bupati Jember Hendy Siswanto akhirnya angkat bicara merespons tudingan ratusan warga yang menggelar Demo Aksi 272 di depan Pendapa Wahyawibawagraha.
Menurut Bupati Hendy, aspirasi yang dilakukan oleh pengunjuk rasa tersebut adalah hal yang positif. Supaya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bisa memperbaiki sistem birokrasi.
"Adalah hal yang positif, bagi kami untuk memperbaiki diri. Khususnya saya Bupati Jember, semua boleh mengoreksi dua tahun kepemimpinan saya," ujarnya saat di konfirmasi SURYA.CO.ID di Markas Kodim 0824 usai berdialog dengan sejumlah perwakilan perguruan silat, Senin (27/2/2023)
Hendy menilai, tuduhan yang dilakukan oleh para demonstran tersebut bagian dari koreksi yang harus diserap.
Baca juga: Refleksi Dua Tahun Kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto, Warga Jember Gelar Demo Aksi 272
Baca juga: Refleksi 2 Tahun Kepemimpinan, Bupati Jember Hendy Siswanto Paparkan Pencapaian
"Jika itu memang ada hal yang dirasa kurang benar, ya kami akan perbaiki," urainya.
Hendy juga mengatakan, pembangunan yang selama ini berlangsung, tentunya semua orang bisa dan berhak menilai. Sehingga hal tersebut akan menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk lakukan evaluasi.
"Yang pasti masih sangat sedikit yang sudah kami lakukan dan masih banyak yang kurang, dan kami akan lakukan secara baik. Karena ini adalah amanah dari masyarakat Jember," katanya.
"Dan pertanggung jawabannya bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat," Bupati Hendy menuturkan.
Sementara soal angka kemiskinan di Jember, lanjut Hendy, sudah mulai turun. Berdasarkan data, dari 257.000 sekarang cuma tinggal 230.000 an.
"Jadi turun sekitar 25.000 an, dan angka pengangguran juga sudah turun. Tapi itu bukan keberhasilan, hanya sebatas capaian saja. Untuk stunting sekarang masih berjalan pendataannya," ungkap Hendy.
Diberitakan sebelumnya, ratusan warga menggelar aksi demonstrasi di Pendapa Wahyawibawagraha Kabupaten Jember untuk mengevaluasi 2 tahun kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto bersama Wakilnya Muhammad Balya Firjaun Barlaman.
Sekitar pukul 10.00 WIB hingga 12.30 WIB, pengunjuk rasa membentangkan banner bertuliskan "Tolak Nepotisme Keluarga Bupati". Bahkan, mereka membawa mainan lato-lato saat melakukan aksi.
Koordinator lapangan (Korlap) aksi Kustiono Musri mengatakan aksi tersebut dilakukan, karena selama dua tahun kepemimpinan Bupati Hendy, angka stunting dan kemiskinan masih tertinggi di Jawa Timur.
" Selama dua tahun kepemimpinan Bupati Hendy, angka kemiskinan Jember justru masih tertinggi di Jawa Timur, ini adalah fakta dari data dari lembaga yang kompeten," ujarnya.
Justru selama dua tahun menjabat, kata dia, nyaring terdengar santer kasak-kusuk dugaan nepotisme yang dilakukan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto.
"Sebagian elemen masyarakat pun juga menjuluki Bupati Hendy sebagai sebutan Kesultanan Jompo. Karena Bupati menjelma menjadi pelayan kepentingan keluarga dan kroni-kroninya sendiri," ujar laki-laki yang akrab disapa Cak Kus ini saat orasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Bupati-Jember-Hendy-Siswanto-2722023.jpg)