NASIB AGH Usai Luruskan Soal Penganiayaan Anak Petinggi GP Ansor, Banjir Karangan Bunga Menyudutkan
Beginilah nasib AGH setelah memberi klarifikasi terkait kasus penganiayaan anak petinggi GP Ansor. Banjir karangan bunga menyudutkannya.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id - Beginilah nasib AGH setelah memberi klarifikasi terkait kasus penganiayaan anak petinggi GP Ansor.
Ia justru banjir karangan bunga yang berisi pesan menyudutkannya.
Diketahui, awalnya pihak kepolisian menyebut bahwa penyebab Anak Pejabat Ditjen Pajak, Mario Dandy, menganiaya anak petinggi GP Ansor, David, dipicu oleh AGH.
AGH yang merupakan kekasih Mario, mengadukan perlakuan tak menyenangkan David hingga menyebabkan pelaku emosi dan berujung pada penganiayaan.
Namun, anggapan ini langsung dibantah pihak AGH melalui pengacaranya, Mangatta Toding Allo.
Mangata menuturkan, kliennya tak menyuruh Mario untuk menganiaya David.
Sehingga ia membantah jika kliennya justru disebut sebagai provokator.
Menurut Mangatta, AGH justru berulang kali mengingatkan Mario agar tak melakukan kekerasan.
"Jadi sudah di cek di-BAP, ini klien kami (AGH) tidak ada niatan untuk itu, dan ini memang murni atas pilihan yang dilakukan saudara MDS ini."
"Dan sekali lagi ini yang tidak ada di media," ujar Mangatta, Jumat (24/2/2023).
Tapi sepertinya klarifikasi tersebut tak digubris oleh sebagian masyarakat.
Buktinya, sehari setelah klarifikasi tersebut diungkapkan, banyak karangan bunga yang berisi pesan menyudutkan AGH.
Belasan karangan bunga yang berjajar di depan Polres Metro Jakarta Selatan itu dikirimkan oleh berbagai pihak.
Seperti dilansir dari Tribun Jakarta dalam artikel 'Karangan Bunga 'Tangkap Agnes' Penuhi Polres Jaksel: Nggak Ada Provokasi, Nggak Bakal Ada yang Koma'.
"Tangkap A," demikian pesan dari salah satu karangan bunga yang nama pengirimnya tertulis Anti Ngadu-Ngadu Club.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.