Berita Kota Surabaya

Alumni SMAN 8 Surabaya Jaga Silaturahimi Lewat Pengajian Rutin, Juga Doakan Korban Gempa Turki

para alumni ingin terus menjaga silaturahim. Sebab selain menambah saudara, silaturahim juga bisa membuka pintu rejeki

surya/bobby constantine Koloway
Ratusan anggota Ikatan Alumni SMAN 8 Surabaya (Ikasmandela) menggelar pengajian dan doa bersama untuk korban gempa Turki, Minggu pagi (26/2/2023). 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Ratusan anggota Ikatan Alumni SMAN 8 Surabaya (Ikasmandela) bertemu di sekolah mereka, Minggu pagi (26/2/2023). Bukan sekadar reuni, mereka menggelar pengajian dan doa bersama untuk korban gempa Turkiye atau Turki.

Reuni dengan pengajian adalah cara mereka untuk tetap menyambung tali silaturahim. "Ini pengajian rutin yang dilakukan dua bulan sekali. Biasanya digelar di rumah salah satu alumni," kata Ketua Umum Ikasmandela, Yunus Nafik ditemui seusai acara.

Sekalipun sudah jarang bertemu, para alumni ingin terus menjaga silaturahim. Sebab bagi mereka, selain menambah saudara, silaturahim juga bisa membuka pintu rejeki. "Pengajian rutin seperti ini sudah digelar rutin sejak tahun 2000-an. Hari ini pesertanya cukup banyak, bisa mencapai 400 peserta," katanya.

Dalam pengajian tersebut, panitia mengundang Ustadz Ahmad Muzakky Al Hafidz yang memberikan siraman rohani. Dalam ceramahnya, Ustad Ahmad Muzakky banyak mengupas hikmah dari silaturahim. "Melalui acara seperti ini, kami berharap agar terus terjalin silaturahim. Sehingga, ada sinergitas antar para alumni," kata Yunus.

Saat ini, jumlah anggota Ikasmandela telah mencapai lebih dari 15.000 anggota. Mereka memiliki berbagai latar belakang profesi. "Alumni kan macem-macem (latar belakang). Saya berharap ada sinergitas," ujar Yunus.

"Sehingga saling mengisi. Baik sosial, ekonomi atau pun lainnya. Tentu para anggota bisa memiliki kehidupan yang berkembang," ia menambahkan.

Di sela acara Ustadz Ahmad Muzakky turut memimpin doa bagi para korban gempa Turki. "Kami ikut merasakan duka mendalam atas bencana di Turki dan Suriah. Kami menyampaikan doa bersama untuk para korban," ungkapnya.

Untuk diketahui, gempa bumi melanda Turki dan Suriah awal bulan ini. Berawal dengan kekuatan 7,7 SR, gempa lantas berlanjut sampai 9.000 kali sejak saat itu. Korban pun kini telah melewati 50.000 jiwa (sekitar 44.000 di Turki dan sekitar 6.000 di Suriah). Serta 20 juta orang di Turki dan 8,8 juta di Suriah ikut terkena dampak.

"Semoga para korban di sana diberikan ketabahan. Serta Indonesia selalu mendapatkan perlindungan dari musibah," katanya.

Selesai acara, para alumni lantas membagikan sejumlah bingkisan kepada para siswa. Bantuan tersebut menjadi bentuk ikatan solidaritas antara alumni dan sekolah serta siswa. "Setelah Hari Raya Idul Fitri, kami juga akan menggelar temu alumni secara akbar. Para alumni kami harapkan segera mendaftar. Kami siapkan website untuk bisa mendaftar," katanya. *****

Sumber: Surya
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved