Persebaya Surabaya

STATISTIK Mentereng Persebaya Surabaya Tak Mampu Amankan 3 Poin, PSM Makassar Beri Pelajaran

Persebaya Surabaya punya statistik mentereng saat hadapi PSM Makassar, tetapi Juku Eja beri pelajaran berharga bagi skuad muda Bajul Ijo.

Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Musahadah
Persebaya
Aksi Ze Valente di laga Persebaya vs PSM Makassar di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jumat (25/2/2023). 

SURYA.co.id, - Persebaya Surabaya punya statistik mentereng saat hadapi PSM Makassar, tetapi Juku Eja beri pelajaran berharga bagi skuad muda Bajul Ijo.

Seperti diketahui, Persebaya kembali menelan kekalahan saat melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jumat (25/2/2023) kemarin.

Persebaya sejatinya tak tampil buruk di laga kali ini.

Meski pelatih Aji Santoso tak memainkan dua pemain asing andalan dari menit pertama yaitu Sho Yamamoto dan Paulo Victor dengan alasan kurang fit.

Secara statistik, Persebaya tampil dominan melawan PSM Makassar.

Setidaknya 72 persen penguasaan bola berhasil diperoleh Alwi Slamat cs.

Sho Yamamoto saat berebut bola melawan Yuran Fernandes di laga Persebaya vs PSM Makassar di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jumat (25/2/2023).
Sho Yamamoto saat berebut bola melawan Yuran Fernandes di laga Persebaya vs PSM Makassar di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jumat (25/2/2023). (Persebaya)

Umpan mengalir ciri khas Persebaya juga terlihat dengan total 562 umpan yang dicatatkan.

Sementara upaya tembakan dilakukan Persebaya sebanyak 15 kali dengan 2 diantaranya on target.

Baca juga: Hasil dan Klasemen Liga 1 Usai Persebaya Surabaya Ditundukkan PSM Makassar, Juku Eja Kokoh di Puncak

Statistik itu tentu kontras dengan yang dicatatkan oleh PSM Makassar yang hanya mengandalkan counter attack cepat.

Pasukan Bernardo Tavarez itu hanya mencatatkan 28 persen penguasaan bola dengan hanya melakukan umpan sebanyak 268 kali.

Jumlah umpan itu setengah kali lebih sedikit daripada yang dicatatkan oleh Persebaya Surabaya.

Sementara upaya tendangan yang dilepaskan juga tercatatat 6 kali dan 1 diantaranya on target.

Tetapi pelajaran berharga didapatkan untuk skuad muda AJi Santoso.

Baca juga: Biodata Andre Oktaviansyah, Pemain Persebaya Surabaya yang Disorot Pelatih PSM Bernardo Tavarez

PSM Makassar yang tampil kurang dominan justru berhasil menang dengan skor 1-0. 

Gol kemenangan itu didapatkan lewat skema serangan balik cepat yang dieksekusi oleh Everton Nascimento.

Upaya dari Everton itu salah diantisipasi oleh Alwi Slamat dan membuahkan gol bunuh diri.

Efektivitas permainan PSM Makassar kembali membuktikan hasil positif di laga kali ini.

Lini belakang Juku Eja juga tampil kokoh dengan mengandalkan Yuran Fernandez sepanjang pertandingan.

Membuat Persebaya mati kutu saat berada di area pertahanan PSM.

Terkait kekalahan ini, pelatih Aji Santoso menyebutkan bahwa pertandingan memang tak berpihak pada Persebaya.

"Menurut saya kami tidak memenangkan pertandingan sore ini salah satunya faktor lucky yang memang tidak berpihak pada kami, satupun PSM tidak ada peluang sepanjang 90 menit," pungkas Aji Santoso

Ucapan Bernardo Tavarez Terbukti

Kemenangan melawan Persebaya Surabaya sangat berarti bagi PSM Makassar.

Sebab tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) nyaman di puncak klasemen dengan 56 poin.

Usai pertandingan, Tavares mengatakan, ucapan dilontarkan kemarin tidak ada maksud.

Namun, di pertandingan itulah yang terjadi.

"Betul saya sampaikan kemarin juga. Tidak bermaksud sebenarnya, tapi itulah yang terjadi hari ini," kata Bernardo Tavarez seperti dilansir SURYA.co.id dari Tribun Timur

PSM Makassar dan Persebaya tidak terlalu banyak ciptakan peluang. Tercatat hanya dua peluang diperoleh keduanya.

Terlepas dari itu, pelatih berlisensi UEFA Pro itu kembali menyoroti kepemimpinan wasit, Oki Dwi Putra.

Tavares persoalan keputusan Oki yang tidak memberikan kartu kuning kedua kepada Andre Octaviansyah.

Pemain nomor punggung 8 ini mendapat kartu kuning pertama di menit 65 saat menarik baju Everton ketika membangun serangan.

Hal yang sama dilakukan kembali di menit 85 Namun, hal itu tidak membuat Oki mengeluarkan kartu kuning kedua.

"Tapi saya perlu sampaikan, nomor 8 (Andre) sudah dapat kartu kuning, melakukan pelanggaran yang sama, menarik baju. Harus mendapat kartu kuning kedua. Tapi pelatih Persebaya pintar melihat kejadian tersebut dia cepat Andre," katanya.

"Saya perlu sampaikan kembali. Hal seperti ini tidak boleh terjadi. Saat aturan ditegakkan kedua tim harus dapatkan treatment yang sama," tegas Tavares

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved