Berita Lamongan
Lamongan Dikepung Eceng Gondok Sepanjang 40 KM, Kwarcab Pramuka Sumbang Perahu Garpu Sendok
Pihaknya melalui Dinas PU SDA telah merampungkan pencacahan eceng gondok sepanjang 27 KM dari target 40 KM.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Selama musim banjir di beberapa wilayah Lamongan akibat luapan Bengawan Jero, tanaman eceng gondok seperti menjadi bonus. Gulma air itu menambah beban Pemkab Lamongan untuk mengurangi genangan air tetap dilakukan termasuk lewat pompanisasi di Sluis Kuro Kecamatan Karangbinangun, Melik Kecamatan Kalitengah dan Kecamatan Babat.
Sejumlah unit pompa dengan daya sedot cukup besar itu masih ditambah dengan pompa air mobile yang siap berpindah-pindah saat diperlukan. Sementara untuk memperlancar arus air, pihak Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) melakukan gerakan penyapu eceng gondok (Garpu Sendok) dengan menerjunkan tiga unit perahu modifikasi khusus untuk pencacah teceng gondok.
Pada Oktober lalu, dua unit perahu untuk Garpu Sendok diturunkan Dinas PU SDA di wilayah Glagah, kini Kwarcab Pramuka Lamongan juga menyumbangkan satu unit perahu Garpu Sendok. Pemkab Lamongan menerima bantuan perahu yang diterima secara langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi dan langsung diserahkan di Desa Kemlagilor, Kecamatan Turi, Rabu (15/2/2023).
Yuhronur mengatakan, perahu tersebut akan dipergunakan untuk menghancurkan eceng gondok agar aliran air di sejumlah anak sungai kembali lancar. Eceng gondok yang sudah dicacah kemudian didorong keluar ke Sungai Bengawan Solo untuk dilanjutkan ke laut.
Pihaknya melalui Dinas PU SDA telah merampungkan pencacahan eceng gondok sepanjang 27 KM dari target 40 KM. "Program Garpu Sendok ini untuk menyapu enceng gondok, ada target-target yang akan kita lakukan, " ungkap Yuhronur.
Dan langkah yang bisa dilakukan saat ini, adalah membersihkan eceng gondok agar arus pembuangan air tidak terhambat. Yuhronur mengungkapkan, untuk menormalisasi dan memperlancar aliran sungai tersebut, Pemkab Lamongan menerapkan dua metode yaitu mencacah eceng gondok yang kemudian di hanyutkan ke sungai, serta pengentasan eceng gondok ke tepi sungai.
Usai penyerahan perahu, Yuhronur melanjutkannya dengan menyerahkan bantuan sembako untuk 508 warga Desa Kemlagilor yang terdampak banjir. Penyerahan simbolis dilakukan di Balai Desa Kemlagilor.
508 Paket sembako dari Baznas itu disalurkan untuk warga di enam desa Kecamatan Turi yakni Desa Putatkumpul (292), Desa Kemlagigede (50), Desa Kemlagilor (52), Desa Bambang (41), Desa Pomahanjangan (30), Desa Kepudibener (43).
Ia berharap bantuan sembako ini menjadi berkah, agar aktivitas maupun bekerja tetap berjalan dan tetap semangat. Di depan warga penerima bantuan, Kaji Yes mengingatkan cuaca ekstrem hidrometeorologi yakni hujan lebat, petir, angin kencang yang diperkirakan terjadi pada 11 hingga 17 Februari 2023.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, dan turut serta dalam meminimalisir banjir, salah satunya dengan tidak membuang sampah di sungai. "Tentu saya berharap partisipasi bapak ibu dan kita semua, karena penyebab mampetnya aliran air ini tidak hanya eceng gondok. Tetapi juga sampah, karena sampah-sampah ini masuk ke sungai," ungkapnya. ****
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pramuka-lamongan-bantu-perahu-eceng-gondok.jpg)