Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Lamongan

Animo Mendaftar ke SMP Negeri Masih Tinggi, Belum Ada Merger Sekolah di Lamongan

Animo para siswa untuk masuk di SMP negeri tergolong tinggi. Sementara SMP swasta yang juga semakin banyak

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Munif Syarif. 

SURYA.CO. ID, LAMONGAN - Meski lembaga-lembaga pendidikan setingkat sekolah menengah pertama (SMP) tumbuh subur, sejauh ini belum ada SMP negeri di Lamongan yang sampai digabung atau dimerger. Dari data Dinas Pendidikan (Dindik) Lamongan, terhitung ada 48 SMP negeri se-Lamongan yang tetap beroperasi mandiri untuk melaksanakan aktifitas belajar mengajar.

Bahkan setiap tahun semua SMP negeri di Lamongan bisa memenuhi kuota penerimaan siswa baru. Animo para siswa untuk masuk di SMP negeri tergolong tinggi. Sementara SMP swasta yang juga semakin banyak jumlahnya, juga masih diminati banyak siswa baru.

"Alhamdulillah, sampai pada tahun ajaran 2022, semua SMP negeri masih berjalan normal, " kata Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Munif Syarif didampingi Kabid SMP, Chusnu Yuli Setyo saat dikonfirmasi SURYA, Senin (13/2/2023).

Meski ada kecenderungan jumlah sekolah SMP swasta atau sederajat semakin bertambah, kuota penerimaan siswa juga terpenuhi dari perhitungan jumlah akumulatif dari kelas VII hingga IX. Lembaga SMP negeri merata di semua kecamatan, bahkan ada satu kecamatan yang memiliki lebih dari dua lembaga SMP negeri.

Diterapkannya zona bagi siswa baru ini menunjukkan adanya pemerataan siswa pada lembaga pendidikan swasta lainnya yang jumlahnya mencapai 106 SMP swasta. Ia menilai, pertumbuhan lembaga pendidikan SMP di Lamongan menunjukkan trend sehat. " Buktinya SMP negeri dan SMP swasta sama-sama masih mendapatkan siswa baru, " ungkapnya.

Munif bangga dengan perkembangan pendidikan di Lamongan, termasuk lembaga pendidikan SMP. Sama sekali tidak ada konflik dan semua saling menghargai. Pihaknya selalu memberi peluang dan kesempatan bagi lembaga pendidikan swasta untuk mendapatkan siswa. "Jangan sampai ada lembaga pendidikan di Lamongan yang tutup karena kekurangan siswa, " tegasnya.

Dari 106 SMP swasta, hanya ada 2 sekolah yang perlu dukungan untuk bisa mendapatkan siswa sesuai harapan. Bahkan Munif menyebut tidak ada larangan untuk mendirikan lembaga SMP baru asalkan harus sesuai ketentuan.

Di antaranya, radius harus minimal 3 KM dari sekolah yang sudah ada, punya gedung sekolah atau kelas sendiri, dan harus mempunyai guru untuk lima mata pelajaran wajib yakni, guru Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, agama dan olahraga. "Itu syarat yang harus dipenuhi untuk mendirikan sekolah SMP, " pungkasnya. ****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved