Senin, 13 April 2026

Berita Kota Surabaya

Program Dandan Omah Surabaya Perbaiki 1.465 Rumah Selama 2022, Cak Eri Raih Anugerah PWI Pusat 2023

Selama 2022, ada 1.465 unit rumah yang mendapat program dandan omah. Tiap unit rumah, menghabiskan sekitar Rp 30 juta

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Deddy Humana
surya/bobby constantine Koloway
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meninjau program Dandan Omah. Lewat program Dandan Omah, Cak Eri meraih Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat 2023. 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meraih Anugerah Kebudayaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat 2023. Rencananya, Wali Kota Surabaya akan menerima Trofi Abyakta (Maju, Berkembang) dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Medan, Sumatera Utara, Kamis (9/2/2023) mendatang.

Penghargaan diraih Cak Eri pada acara bertema "Inovasi pangan, sandang dan papan, berbasis informasi dan kebudayaan" tersebut. Sebelum mendapatkan penghargaan tersebut, Cak Eri harus melewati sejumlah tahap penilaian. Di antaranya, penilaian administratif hingga presentasi di depan tim juri.

Dalam seleksi tersebut, Cak Eri membawa program bedah rumah bertajuk "Dandan Omah Dadi Apik, Rek". Dalam presentasi di kantor PWI Pusat, Cak Eri juga mengenakan busana warna dasar abu dan bersandal kulit lengkap dengan ikat kepala gaya arek Suroboyo.

Dalam penjelasannya, Cak Eri menerangkan cara mendapatkan program tersebut. Siapa pun yang memenuhi persyaratan bisa mendaftar. Warga dapat mengajukan Dandan Omah melalui aplikasi Sayang Warga, e-Housing atau e-Rutilahu.

"Dalam membangun Surabaya, termasuk di dalamnya dandan omah, (Pemkot Surabaya) mengandalkan teknologi informasi berbasis kearifan lokal," kata Cak Eri.

Selama 2022, ada 1.465 unit rumah yang mendapat program dandan omah. Tiap unit rumah, menghabiskan sekitar Rp 30 juta. Dari total jumlah tersebut, 950 unit di antaranya menggunakan APBD Kota Surabaya dan sisanya menggunakan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Rinciannya, dana non-APBD untuk sebanyak 380 unit rumah, 98 unit dari Baznas, 30 unit dari CSR, dan 7 unit dari gereja. “Semuanya rumah itu kami perbaiki secara gotong-royong. Mulai pengadaan material, tukang, sampai pengadaan dana,” papar Cak Eri.

Tidak hanya dirasakan penerima, masyarakat sekitar ikut merasakan manfaatnya. Di antaranya kebutuhan material yang banyak menggunakan toko bangunan sekitar dan pekerja dari warga. Program tersebut melestarikan gotong-royong hingga meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat. Juga meningkatkan kesadaran pada kualitas hunian dan lingkungan.

"Masyarakat yang menerima program dandan omah mendapat kualitas hunian bagus, kesehatan meningkat, dan taraf ekonomi naik karena rumah itu bisa menjadi tempat layak untuk usaha,” kata Cak Eri.

"Pemkot Surabaya ikut mendapatkan manfaatnya pula dari program dandan omah. Program itu mengurangi kawasan kumuh. Pemkot bisa berkolaborasi dengan swasta, adanya penataan kota, dan pada gilirannya peningkatan kesejahteraan warga,” tambahnya. ****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved