Berita Nganjuk

Beri Rasa Keadilan, Perusahaan di Nganjuk Diharapkan Beri Porsi 1 Persen Untuk Warga Disabilitas

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, pihaknya memastikan Pemkab Nganjuk akan selalu hadir untuk semua elemen masyarakat

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi saat di pelatihan pekerja berbasis kompetensi di BLK Nganjuk. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Perusahaan-perusahaan di Kabupaten Nganjuk diharapkan berperan aktif untuk memberi ruang pekerjaan kepada penyandang disabilitas. Yaitu setidaknya ada porsi 1 persen dari kebutuhan pekerjaan di perusahaan demi memberikan rasa keadilan bagi masyarakat sekaligus mengurangi angka pengangguran.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, pihaknya memastikan Pemkab Nganjuk akan selalu hadir untuk semua elemen masyarakat. Termasuk untuk pekerja dari kalangan penyandang disabilitas.

"Tentunya dengan diberikannya kesempatan untuk para penyandang disabilitas di sebuah perusahaan maka mereka akan termotivasi untuk menjalani kehidupanya dengan lebih baik," kata Marhaen dalam pelatihan kerja berbasis kompetensi di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Nganjuk, Kamis (2/2/2023).

Dikatakan Marhaen, pada 2021 angka pengangguran di Kabupaten Nganjuk masih sebesar 4,93 persen, di tahun 2022 turun menjadi 4,7 persen. Penurunan angka pengangguran tersebut diikuti penurunan angka kemiskinan dari 11,83 persen menjadi 10,70 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi naik 6,085 persen.

"Makanya, kami berterima kasih atas support Provinsi Jatim yang membangun tenaga kerja di Nganjuk bisa kompetitif, yang ujungnya untuk kesejahteraan pekerja dan keluarga," ucap Marhaen.

Sementara Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo mengungkapkan, permasalahan ketenagakerjaan saat ini dinilai sangat kompleks. Antara lain disebabkan oleh terus meningkatnya jumlah angkatan kerja dari waktu ke waktu.

Selain itu, dari pertumbuhan penduduk dan perkembangan pendidikan, dimana setiap tahun akan memberikan kontribusi pengangguran baru yang berasal dari Lulusan baru dari pendidikan (fresh graduate). "Dan melalui pelatihan kerja diharapkan indeks kemiskinan akan turun, seiring naiknya taraf ekonomi," tutur Himawan. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved