Berita Lamongan

Siswa Lamongan Suka Membolos, Hanya 2 Pekan 120 Pelajar Ketahuan Nongkrong di Warkop dan Kios Game

pada minggu kedua petugas masih mendapati sebanyak 50 siswa yang bolos dan terjaring, 48 di antaranya SMA sederajat dan dua SMP.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Petugas Satpol PP Lamongan mengumpulkan puluhan siswa yang terjaring operasi karena ketahuan berkeliaran di luar jam sekolah, Selasa (24/1/2023) lalu. 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Membolos merupakan perilaku yang kadang dilakukan para pelajar selama masa sekolah, tetapi bisa berdampak buruk kalau kemudian menjadi kebiasaan.

Dan ternyata masih banyak siswa di Lamongan yang membolos, terbukti selama dua pekan Satpol PP memergoki sebanyak 120 pelajar di warung kopi (warkop) atau kios persewaan game pada jam pelajaran.

Petugas Satpol PP pun bersikap tegas, para pelajar yang ketahuan membolos saat jam sekolah itu langsung dibawa untuk mendapat pembinaan.

Baca juga: Disdukcapil Jemput Bola Perekaman KTP Siswa Usia 16 dan 17 Tahun di Kabupaten Probolinggo

Ini adalah bagian dari operasi kasih sayang yang rutin digelar Satpol PP untuk mencegah kebiasaan membolos.

Sepekan sebelumnya, petugas telah menjaring puluhan pelajar dan pekan ini kembali mengamankan 50 pelajar di beberapa warkop di seputar Lamongan Kota.

"Senin pekan lalu kita amankan 70 siswa, sekarang bertambah 50 siswa diamankan saat membolos pada jam pelajaran " kata Kepala Satpol PP, Jarwito kepada SURYA, Rabu (25/1/2023).

Baca juga: SOSOK Siswa SMP yang Viral Buka Jalur Mobil Damkar Saat Kena Macet di Bogor hingga Tuai Pujian

Operasi kasih sayang oleh Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Gakda) Satpol PP tersebut, bertujuan memberikan kesadaran kepada siswa agar tidak membolos pada jam pelajaran.

Buktinya, lanjut Jarwito, pada minggu kedua operasi kasih sayang ini, petugas masih mendapati sebanyak 50 siswa yang bolos dan terjaring, 48 di antaranya siswa SMA sederajat dan dua siswa SMP.

Sasaran operasi kasih sayang difokuskan pada tempat-tempat yang dijadikan mangkal pelajar seperti warkop, tempat persewaan game dan titik kumpul yang memanfaatkan lokasi teduh dan jauh dari lingkungan warga.

"Operasi kasih sayang ini intens kami lakukan dengan memilih waktu serta tempat acak, " kata Jarwito.

Baca juga: Pasca Penculikan Balita, Sekolah-Sekolah di Bondowoso Diimbau Perketat Sistem Penjemputan Siswa

Operasi kasih sayang ini memang demi kebaikan dan masa depan para pelajar.

Bolos jam pelajaran, kemudian cangkruk di warung, akan menjadi kebiasaan jika tidak distop sejak dini.

Jarwito menjelaskan, bisa jadi para orangtua melihat anaknya berangkat ke sekolah padahal ternyata tidak sampai ke sekolah melainkan ke warkop.

Jarwito berharap pemilik warung atau masyarakat menginformasikan jika mendapati para siswa datang dan berlama-lama di warung saat jam pelajaran.

Baca juga: Lamongan Miliki Lab Virtual Fisika-Kimia Pertama di Jatim, Perkuat Pendidikan Kharakter Siswa

Sementara para siswa yang terjaring operasi kasij sayang langsung dibawa ke Kantor Satpol PP untuk mendapat pembinaan, dilatih baris berbaris dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi.

"Sanksi baris berbaris wajib dikenakan, sebab itu termasuk upaya meningkatkan kedisiplinan siswa," tegasnya.

Jarwito menegaskan, kalau para siswa itu kembali terjaring maka Satpol PP akan mendatangkan guru BP atau kepala sekolah hingga orangtua siswa.

"Kita berupaya menegakkan Perda Lamongan Nomor 4 Tahun 2007 dan
Perda Nomor 2 Tahun 2017," pungkasnya. *****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved