Berita Bondowoso

Pasca Penculikan Balita, Sekolah-Sekolah di Bondowoso Diimbau Perketat Sistem Penjemputan Siswa

Sistem pengawasan bisa diterapkan dengan membentuk tim antar jemput siswa TK dan SD dengan melibatkan para wali murid.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
surya/izi hartono
Perempuan pelaku penculikan anak diinterogasi saat rilis di Polres Bondowoso, Rabu (25/1/2023). 

SURYA.CO.ID, BONDOWOSO - Terungkapnya penculikan balita berusia 8 bulan di Desa Poncogati, Kecamatan Curahdami,Kabupaten Bondowoso, Polres Bondowoso dengan cepat melakukan antisipasi kejadian serupa.

Kapolres Bondowoso, AKBP Wimboko mengimbau masyarakat lebih berhati hati dan meminta lembaga pendidikan membentuk sistem penjemputan siswa secara mandiri.

"Orangtua harus betul-betul tahu kemana dan bersama siapa anaknya pergi, dan apa yang dilakukan," ujar Wimboko dalam rilis kasus penculikan kepada wartawan, Rabu (25/1/2023).

Menurur kapolres, modus pelaku penculikan yang diduga akan melakukan eksplotasi anak terus berkembang, karena itu pihaknya tidak menginginkan adanya penculikan lagi di wilayah hukum Polres Bondowoso. "Untuk itu, kami berharap masyarakat meningkatkan pengawasan terhadap anak anaknya," tambahnya.

Wimboko secara khusus memberi imbauan kepada sekolah-sekolah karena memang lembaga pendidikan menjadi tempat berkumpulnya banyak anak didik. Sistem pengawasan bisa diterapkan dengan membentuk tim antar jemput siswa TK dan SD dengan melibatkan para wali murid.

"Sebelum orangtua datang untuk menjemput, sebaiknya anak-anak tidak boleh keluar dari pintu pagar sekolah. Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi aksi serupa serta membahayakan anak didik," katanya.

Sebelumnya polisi penangkap pelaku kasus penculikan bayi di Desa Poncogati, Rabu (25/1/2023), dan menangkap pelaku yaitu seorang perempuan berinial L (36), asal Desa Gading Sari, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso. Tetapi pelaku ditangkap di Dusun Taman, Desa Sukosari, Kecamatan Tamanan.

Dalam aksinya, L berpura-pura menjadi babysitter di rumah warga berinisial J, tetapi kemudian melarikan balita yang diasuhnya dan berniat membawanya ke Tangerang. Ternyata itu hanya modus L untuk menggertak pacarnya, dengan mengaku balita itu sebagai anak hasil hubungan mereka.

Selanjutnya tersangka digelandang ke unit penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bondowoso. Selain membekuk pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya, satu baju dan satu celana bayi, sepasang kaos kaki serta handphone dan tas ransel besar. *****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved