Berita Kediri

Bea Cukai Kediri Ungkap Mobil Mewah dan Ambulans Jadi Modus untuk Angkut Rokok Ilegal di 2022

Bea Cukai Kediri mengungkapkan selama 2022 ada indikasi penggunaan sejumlah mobil mewah dan ambulans untuk mengangkut rokok ilegal.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: irwan sy
IST
Rokok ilegal yang diamankan petugas Kantor Bea Cukai Kediri. 

Berita Kediri

SURYA.co.id, KEDIRI - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kediri mengungkapkan selama 2022 ada indikasi penggunaan sejumlah mobil mewah dan ambulans untuk mengangkut rokok ilegal.

Sunaryo, Kepala KPPBC Kediri menjelaskan, sejumlah mobil mewah untuk mengangkut rokok ilegal seperti mobil Fortuner, Hiace terbaru Kijang terbaru serta ambulans.

"Satu mobil Inova dan  Hiace bisa membawa rokok ilegal senilai hampir Rp 2 miliar," ungkap Sunaryo saat rilis Capaian Kinerja Kantor Bea Cukai Kediri, Rabu (25/1/2023).

Dalam sejumlah penindakan telah diamankan barang bukti mobil mewah yang saat ini diamankan petugas.

Mobil yang digunakan mengangkut rokok ilegal biasa dilapisi dengan kaca gelap.

Selama 2022, Kantor Bea Cukai Kediri telah melakukan penindakan sebanyak 127 Surat Bukti Penindakan (SBP).

Rincian hasil tembakau sebanyak 95 SBP dengan total jumlah batang rokok mencapai 22.580.711 batang rokok dengan perkiraan nilai barang Rp 25.873.733.520 dan perkiraan kerugian negara Rp 17.259.528.479.

Sementara jenis etil alkohol sebanyak 26 SBP dengan jumlah total 305,6 liter dengan nilai Rp 14.197.000 dan potensi kerugian negara Rp 25.022.000.

Selain selama 2022 juga berhasil mengumpulkan penerimaan negara sebanyak Rp 36.772.113.550.674.

Wilayah kerja KPPBC Kediri terdiri dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Jombang dan Kabupaten Nganjuk. 
Jenis Penerimaan bea masuk selama 2022 Rp 6.467.028.339 dan  cukai Rp 36.765.646.522.335 sehingga total penerimaan Rp 36.772.113.550.674.

Sunaryo, Kepala KPPBC Kediri menjelaskan, dari sisi community protector, upaya pengawasan dan penindakan terhadap barang illegal terus meningkat, baik yang bersifat preventif maupun represif.

Petugas melakukan tindakan represif berupa Operasi Gempur Rokok Ilegal yang dilaksanakan 12 September 2022 - 12 November 2022 serta melakukan tindakan preventif untuk menurunkan tingkat peredaran rokok ilegal.

Upaya itu dilakukan dengan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBH CHT) di Bidang Penegakan Hukum dalam bentuk sosialisasi ketentuan di bidang cukai serta kegiatan pengumpulan informasi peredaran rokok illegal dan operasi pasar.

Selain itu juga bersinergi dengan Perusahaan Jasa Kiriman  untuk meningkatkan efektifitas dan awareness pengawasan terhadap distribusi rokok illegal yang menggunakan jasa kiriman.

Sebagai upaya melindungi masyarakat serta memberikan efek jera bagi para pelaku pelanggaran, sepanjang 2022 telah melakukan pemusnahan terhadap barang hasil pelanggaran ketentuan perundang-undangan di bidang cukai berupa hasil tembakau tanpa dilekati pita cukai sebanyak 7.527.877 batang, tembakau Iris sebanyak 2.000 gram, MMEA tanpa dilekati pita cukai sebanyak 339 liter, dan Liquid vape tanpa dilekati pita cukai sebanyak 925 ml dengan nilai mencapai Rp 8.561.173.630.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved