Berita Surabaya

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi: Wali Kota Lebih Baik Dipilih Presiden Daripada Rakyat Pecah

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengaku tak rela apabila persatuan Kota Surabaya pecah hanya karena momen pemilu.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi diajak berfoto para warga seusai menghadiri pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Balai Kota Surabaya untuk Pemilu 2024, Selasa (24/1/2023). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (Cak Eri) meminta jajaran petugas pemilu untuk menjaga integritas.

Sehingga, pemilu bisa berjalan kondusif tanpa menimbulkan konflik horizontal.

"Saya berharap netralitas dengan kekuatan kita, membawa rahmat Gusti Allah. Bukan bala, bukan hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa. Ini yang harus kita jaga di Kota Surabaya," kata Cak Eri saat memberikan arahan di acara pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilu 2024, Selasa (24/1/2023).

Berlangsung di Halaman Balai Kota Surabaya, acara ini diikuti oleh ratusan petugas PPS terpilih.

Acara ini, juga dihadiri oleh para Komisioner KPU Surabaya hingga Panitia pemilihan kecamatan (PPK) dari 31 kecamatan.

Cak Eri tak rela apabila persatuan Kota Surabaya pecah hanya karena momen pemilu. Sebab, seringkali perbedaan pilihan di pemilu menimbulkan permusuhan.

Dalam sambutannya, Cak Eri bahkan rela pemilu ditiadakan untuk bisa menghindari konflik. Sebagai gantinya, kepala daerah bisa dipilih Presiden sebagai Kepala Negara.

"Seandainya aturan itu mengizinkan, tidak perlu ada pilkada di Surabaya. Tunjuk saja (Wali Kota) sama Presiden. Karena apa? Lebih baik tidak ada pilkada daripada ada perpecahan umat di Kota Surabaya," ujar Cak Eri yang lantas disambut tepuk tangan peserta.

Ia menjumpai, perpecahan tersebut bukan hanya terjadi saat pilkada. Namun, terus berlangsung setelah kepala daerah terpilih.

"Gara-gara pilihan wali kota, ada sesama tetangga mengatakan, pak nggak usah dibantu, ini dulu ikut sana, ini dulu membela sini. Apalah artinya? Ada lagi, gara-gara pilihan wali kota, mertua tidak menyapa menantunya. Padahal, apa sih ini yang kita cari? Hanya kepentingan dunia yang tidak kita bawa mati," Cak Eri menuturkan.

Padahal, masalah warga tak selalu bisa diselesaikan oleh kepala daerah terpilih. Sebaliknya, orang terdekat lah yang biasa membantu.

"Kok bisa kita sampai mengorbankan keluarga, tetangga? Padahal kalau sampai meninggal dunia, siapa yang membantu? Ya tetangga," tegasnya.

"Sehingga, saya minta tolong. Jangan pernah buat pecah kota Surabaya. Apalagi gara-gara Pemilu 2024. Tolong jaga silaturahmi kita," imbau Cak Eri.

Dengan petugas yang berintegritas, lanjutnya, maka pemilu akan melahirkan pemimpin berkualitas. Bukan hanya Surabaya yang semakin maju, namun juga masyarakatnya yang sejahtera.

"Surabaya menjadi hebat, bukan karena wali kota. Tapi karena warganya. Doa-doa warganya. Karena rasa guyub rukun kita, Surabaya bisa lebih baik sampai dengan hari ini," ungkap Cak Eri.

"Tolong bangkitkan semangat kepada masyarakat untuk mengikuti Pemilu. Namun, jangan saling menjatuhkan, jangan saling mengatakan kita paling benar," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved