Berita Nganjuk

Lagi-Lagi Pesilat Berulah, Lakukan Pengeroyokan dan Perusakan, 19 Tersangka Diamankan Polres Nganjuk

Saat ini, tim penyidik masih terus melakukan proses hukum dengan pemeriksaan terhadap para tersangka tersebut

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Sejumlah pelaku pengeroyokan dan perusakan diamankan jajaran Polres Nganjuk sebagai dampak peningkatan eskalasi dan gesekan antar perguruan silat. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Lagi-lagi gangguan kamtibmas terjadi di Nganjuk akibat ulah para anggota perguruan silat. Polisi pun bertindak tegas, mengejar dan menangkap sebanyak 19 tersangka pengeroyokan dan perusakan pada 22 Januari hingga 24 Januari 2023, yang merupakan imbas eskalasi dan gesekan di antara perguruan silat di Nganjuk.

Kasatreskrim Polres Nganjuk, AKP I Gusti Agung Ananta Prathama menjelaskan, ketegangan antar perguruan silat tersebut menyebabkan gesekan fisik. Dan gesekan tersebut menyulut pengeroyokan diikuti perusakan.

"Pengakuan para tersangka yang kami amankan, semua kasus itu diawali dari rasa kesal dengan suara bising kendaraan yang dimainkan di antara mereka," kata I Gusti Agung, Selasa (24/1/20230 petang.

Dijelaskan I Gusti Agung, pihaknya bersama jajaran Polres Nganjuk atas keputusan dari Forkopimda Kabupaten Nganjuk langsung bergerak melakukan pengamanan siapa pun yang terlibat dan melakukan pengeroyokan dan perusakan.

Jajaran Polres Nganjuk tidak membedakan asal perguruan manapun dalam pengamanan para tersangka aksi pengeroyokan dan perusakan sehingga menimbulkan korban luka.

Para tersangka yang diamankan, ungkap I Gusti Agung, terdiri dari 8 tersangka usia anak, 11 tersangka dewasa. Untuk tersangka dewasa dilakukan penahanan di Polres Nganjuk, sedangkan tersangka anak-anak diamankan di rumah singgah Dinas Sosial Pemkab Nganjuk. Para tersangka diamankan dari 7 tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Nganjuk.

"Saat ini, tim penyidik masih terus melakukan proses hukum dengan pemeriksaan terhadap para tersangka tersebut," ucap I Gusti Agung.

Lebih lanjut dikatakan, para tersangka yang diamankan ada yang terpengaruh oleh minuman keras (miras) sehingga nekat melakukan pengeroyokan dan perusakan. Dari aksi para tersangka itu telah menimbulkan kerugian yang dialami masyarakat.

Di antaranya kerusakan rumah, tugu, dan lainnya. Selain itu, ada warga yang terluka sehingga sempat dilakukan perawatan di Rumah Sakit. "Tidak ada korban jiwa dalam aksi-aksi imbas dari peningkatan eskalasi dan gesekan antar perguruan silat beberapa hari terakhir tersebut," tambahnya.

Untuk itu, Polres Nganjuk meminta warga tidak khawatir dan mengharapkan masing-masing menjaga ketertiban dan keamanan di lingkunganya. Polres Nganjuk juga memberikan jaminan keamanan sehingga warga tidak perlu khawatir melakukan kegiatan dan aktifitas seperti biasa.

Dan Polres Nganjuk akan melakukan penindakan terhadap para penyebar hoaks di media sosial sehingga menimbulkan kegaduhan di Nganjuk. "Siapapun pelaku penyebar hoaks sehingga berdampak negatif pada warga, akan kami tindak tanpa pandang bulu. Dan untuk para tersangka kami jerat dengan Pasal 170, Pasal 351, dan Pasal 406 KUHP," tandasnya. *****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved