Berita Surabaya

Bank Mandiri dan Mandiri Sekuritas Gelar Mandiri Investment Forum 2023 untuk Hadirkan Investasi

Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas menggelar Mandiri Investment Forum (2023) pada 1 Februari 2023 mendatang.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
Bank Mandiri
Dari Kiri ke Kanan : Direktur Capital Market Mandiri Sekuritas Silva Halim bersama Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Panji Irawan dan Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro, saat mengumumkan kegiatan Mandiri Investment Forum (2023) pada 1 Februari 2023 mendatang. 

Berita Surabaya

SURYA.co.id, SURABAYA - Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas menggelar Mandiri Investment Forum (2023) pada 1 Februari 2023 mendatang.

Forum Investasi tahunan terbesar yang mengusung tema Prevailing Over the Turbulence diikuti lebih dari 20 ribu peserta dari dalam dan luar negeri, termasuk lebih dari 500 investor asing yang akan turut menghadiri MIF 2023 yang kali ini kembali dilakukan secara hybrid.

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, forum ini adalah forum berskala internasional yang sangat strategis untuk memahami bagaimana kondisi ekonomi Global dan Indonesia terkini.

"Dan strategi bisnis ke depan sejalan dengan prospek ekonomi Indonesia yang tetap kuat di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut," kata Panji, Selasa (24/1/2023).

Lebih lanjut Panji menjelaskan, MIF 2023 akan mengangkat tema ‘Prevailing Over Turbulence’ sejalan dengan optimisme Indonesia untuk tetap tumbuh kuat dan mampu mengarungi berbagai tantangan di tengah turbulensi ekonomi global saat ini.

Forum ini sekaligus menjadi ajang sinergi dan kolaborasi yang baik antara investor, pelaku usaha, dan pemangku kebijakan dalam menangkap peluang pertumbuhan dan investasi yang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Ribuan investor lokal dan internasional juga akan turut menghadiri MIF 2023 secara offline maupun daring," jelas Panji.

Riset Office of Chief Economist Bank Mandiri pun memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 masih akan cukup resilien mencapai 5,04 persen di tengah meningkatnya risiko global.

Dalam merespon beragam tantangan global tersebut, berbagai strategi dan bauran kebijakan telah dan akan terus dijalankan oleh Pemerintah, Otoritas moneter dan Perbankan sebagai upaya mendorong perekonomian nasional pasca pandemi Covid-19 dan menjaga stabilisasi sistem keuangan.

Strategi bisnis dan reformasi struktural juga akan dijalankan untuk mendukung sektor industri yang potensial seperti pariwisata, consumer sector, dan electric vehicle.

Topik-topik yang menarik ini akan dibahas secara detail pada acara puncak MIF, Macro Day pada tanggal 1 Februari 2023 mendatang.

"MIF 2023 akan menekankan mengenai kebijakan hilirisasi industri dan upaya peningkatan nilai tambah," ungkap Panji.

Kebijakan hilirisasi industri merupakan bagian integral dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), misalnya terkait perkembangan baterai.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved