Berita Blitar

Pembobol Toko di Blitar Mungkin 'Ahli Hisap', Hanya Menyasar Belasan Dos Rokok Senilai Rp 200 Juta

Dugaan awal, pelaku paham dengan sasaran yang akan dijarahnya sehingga bisa membuat 12 CCTV di toko itu tidak berfungsi

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Petugas memasang garis polisi di toko yang dijarah pencuri di Desa Tegalrejo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Sabtu (21/1/2023) dini hari lalu. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Kalau boleh disebut, pelaku pencurian di sebuah toko grosir di Desa Tegalrejo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Sabtu (21/1/2023) dini hari lalu, mungkin adalah ahli hisap. Ahli hisap di sini maksudnya adalah perokok berat atau berniat membuka toko rokok tanpa modal, karena yang disasar hanya rokok berjumlah belasan dos senilai lebih dari Rp 200 juta!

Pencurian di toko grosir milik Bonawan(50), warga desa setempat itu diperkirakan terjadi dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Tetapi polisi tidak bisa memperkirakan karena pelaku misterius, selain itu ternyata 12 titik kamera CCTV di dalam toko itu sudah tidak aktif.

Penyidik Polsek Selopuro pun harus bekerja keras mengungkap pencurian besar itu karena pelakunya tidak meninggalkan jejak setelah menguras semua rokok di dalam toko. Dan sampai Senin (23/1/2023) siang, petugas belum menemukan jejak pelakunya.

Dugaan awal, pelaku sudah paham dengan sasaran yang akan dijarahnya sehingga bisa membuat CCTV di toko itu tidak berfungsi. "Kami masih menyelidikinya, bagaimana ke-12 titik CCTV di toko itu bisa mati semua. Makanya, kami akan mencari CCTV lain di TKP untuk dipakai mengenali pelaku," kata Kapolsek Selopuro, AKP Liestyo Nugroho, Senin (23/1/2023).

Informasinya, toko yang dijarah menjelang liburan panjang Imlek itu memang cukup besar. Sedangkan pemiliknya milik Bonawan, tinggal di rumahnya sendiri yang berada di belakang toko.

Meski berada di Kecamatan Selopuro, toko itu dikenal karena harganya paling miring di antara toko lain atau mematok harga grosir. Tidak hanya melayani orang kulakan dari kecamatan setempat, namun juga orang kulakan sampai dari luar kota, seperti Tulungagung. Apalagi isinya lengkap terutama kebutuhan rumah tangga, seperti sembako, di antaranya beras, minyak, dll.

"Cuma yang dibawa kabur pencuri sepertinya hanya rokok namun nilainya besar. Dan yang dicuri bukan rokok yang terpajang dalam etalase melainkan masih dalam dos-dos besar sehingga nilainya bisa puluhan juta," ungkapnya.

Karena CCTV itu dimatikan oleh pelaku, tidak diketahui kapan pencurian terjadi. Tetapi dari kerusakan di toko korban, pelaku masuk lewat pintu depan atau pintu besi harmonika setelah merusak kuncinya. Terbukti dua gemboknya rusak seperti dibuka paksa dengan cara dipalu.

Setelah itu pelaku masuk, namun sudah mematikan CCTV di dalam toko itu dan 12 titik mati semua. "Dugaan kami, pelaku mematikan meteran listrik di toko itu sehingga CCTV-nya langsung ikut mati," ujarnya.

Meski dalam toko itu banyak barang dagangan korban yang bisa dibawa kabur namun pelaku malah mencari rokok. Mungkin pelaku menilai kurang efektif atau terlalu lama kalau mencuri barang lain, sehingga memilih seperti rokok karena mudah dibawa atau ke depannya, juga mudah dijual lagi.

Polisi belum menjelaskan berapa dos rokok yang dibawa kabur namun nilainya diperkirakan lebih dari Rp 200 juta. "Meski rumah korban di belakang tokonya namun tidak tahu kalau pelaku mematikan listrik toko karena beda meteran. Seandainya toko dan rumah itu memakai satu meteran, pasti korbannya tahu kalau pelaku memadamkan listrik," kata Liestyo.

Dan dengan rokok sebanyak itu, diperkirakan pelaku mengendarai mobil. Bahkan diduga pelaku yang berjumlah dua orang kabur ke arah Kecamatan Wlingi. Karena toko korban berada di antara jalur Kecamatan Selopuro dan Kecamatan Wlingi, pelaku bisa kabur ke arah yang diinginkan.

Kalau sudah dari Kecamatan Wlingi, pelaku bisa kabur ke Timur atau arah Malang, sedang ke Utara bisa ke arah Kota Batu atau Kediri. Begitu juga kalau kabur ke arah Barat, pelaku bisa menuju Kota Blitar lalu kabur ke Kediri atau Tulungagung.

"Kalau sudah berada di Kecamatan Wlingi agak sulit dipastikan ke mana kaburnya karena banyak jalur yang bisa dilalui ke luar kota," paparnya.

Pencurian itu diketahui korbannya sendiri beberapa jam kemudian. Sekitar pukul 06.00 WIB, korban melintas depan tokonya dan kaget melihat ada rokok berceceran di teras. Belum sadar kalau tokonya dimasuki pencuri, korban mengecek dua gembok pintu harmonika rusak.

Ia buru-buru mengeceknya. Ternyata isi tokonya sudah acak-acakan sehingga korban sadar baru ada tamu tak diundang dan masuk ke dalam tokonya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved